Bukan Cuma AI, People Analytics Kini Jadi Sorotan Dunia HR
Pemanfaatan teknologi di dunia kerja terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia secara lebih efektif. Jika sebelumnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) banyak menjadi perhatian, kini pendekatan berbasis people analytics mulai semakin diperhitungkan dalam strategi pengelolaan talenta.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembahasan yang diangkat KTM Solutions saat berpartisipasi dalam Mayapada Hospital HR Expo 2026 di Surabaya. Acara tersebut menjadi ruang diskusi bagi praktisi human resources (HR) untuk berbagi wawasan sekaligus membahas perkembangan pengelolaan organisasi di era yang semakin mengandalkan data.
Dalam kegiatan tersebut, KTM Solutions mengangkat tema From Insight to Impact. Tema itu menyoroti pentingnya kemampuan organisasi dalam mengubah data dan informasi menjadi keputusan strategis yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis.
Growth Strategy and Advisory Director KTM Solutions, Ivan Ahda, mengatakan data memiliki peran penting dalam membantu perusahaan memahami kondisi sumber daya manusia secara lebih menyeluruh. Namun menurut dia, tantangan yang dihadapi organisasi saat ini bukan hanya mengumpulkan data.
“Data bukan hanya angka. Data adalah insight untuk memahami people dan membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih tepat, cepat, dan strategis,” ujar Ivan dalam keterangannya, Selasa 26 Mei 2026.
Menurut dia, organisasi juga perlu memiliki kemampuan untuk menerjemahkan informasi yang dimiliki menjadi langkah nyata yang berdampak pada bisnis. Pendekatan berbasis data dinilai dapat membantu perusahaan menentukan strategi yang lebih terukur.

Hal serupa disampaikan Head of Assessment KTM Solutions, Lina Natalya. Ia menjelaskan bahwa assessment dan people analytics dapat menjadi langkah awal bagi organisasi untuk memahami kondisi talenta secara lebih objektif.
Menurut Lina, proses assessment tidak berhenti pada hasil evaluasi semata. Informasi yang diperoleh dapat menjadi dasar bagi organisasi untuk menyusun strategi pengembangan karyawan, meningkatkan keterlibatan atau engagement, menjaga retensi, hingga mendukung produktivitas.
Melalui pendekatan tersebut, perusahaan didorong tidak hanya membaca data, tetapi juga menghubungkannya dengan kebutuhan organisasi secara menyeluruh. Dengan cara itu, pengelolaan talenta dan sistem kerja dapat berjalan lebih selaras.