Mengenal Gregory Abel, Sosok Penerus Warren Buffett di Berkshire Hathaway

Warren Buffett dan Greg Abel
Warren Buffett dan Greg Abel

 Pensiunnya Warren Buffett dari kursi chief executive officer (CEO) Berkshire Hathaway di penghujung tahun 2025, menandai akhir sebuah era dalam sejarah bisnis global. Selama hampir enam dekade, Buffett dikenal sebagai investor legendaris dengan reputasi luar biasa dalam memilih saham dan membangun konglomerasi raksasa bernilai triliunan dolar. 

Meski isu pensiun telah lama beredar, keputusan resmi Buffett tetap mengejutkan banyak investor di seluruh dunia.

Di balik kabar besar tersebut, perhatian publik langsung tertuju pada satu nama, Gregory E. Abel. Sosok yang selama bertahun-tahun disebut sebagai pewaris takhta Berkshire Hathaway ini akhirnya mengambil alih kepemimpinan perusahaan dengan valuasi sekitar US$1,1 triliun atau setara Rp18.370 triliun. 

Lantas, siapa sebenarnya Gregory Abel dan mengapa Warren Buffett mempercayakan masa depan perusahaannya kepada pria ini? Berikut informasi selengkapnya sebagainya dirangkum dari The New York Times, Jumat, 2 Januari 2025.

Siapa Gregory Abel?

Gregory Abel, atau Greg Abel, telah menjabat sebagai wakil ketua Berkshire Hathaway untuk bisnis non-asuransi sejak 2018. Saat ini berusia 62 tahun, Abel bertanggung jawab atas 189 unit usaha operasional Berkshire, mulai dari BNSF Railway, Berkshire Hathaway Energy, hingga merek-merek konsumen seperti Dairy Queen, Fruit of the Loom, Brooks Running Shoes, Justin Boot, NetJets, dan Borsheims Jewelry.

Abel lahir di Edmonton, Alberta, Kanada. Ia memiliki latar belakang sebagai akuntan dan bergabung dengan Berkshire pada 2000, ketika Warren Buffett membeli saham pengendali MidAmerican Energy. Saat itu, Abel menjabat sebagai presiden perusahaan tersebut. Kariernya terus menanjak hingga akhirnya MidAmerican berganti nama menjadi Berkshire Hathaway Energy pada 2014.

Pada 2018, Abel resmi diangkat sebagai wakil ketua, sebuah langkah yang secara luas dipandang sebagai sinyal suksesi. Status ini dikonfirmasi langsung oleh Buffett pada 2021. “Para direktur sepakat bahwa jika sesuatu terjadi pada saya malam ini, maka Greg-lah yang akan mengambil alih besok pagi,” kata Buffett dalam wawancara dengan CNBC, beberapa waktu lalu. 

Di luar dunia korporasi, Abel dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Ia menyukai olahraga hoki dan bahkan menjadi pelatih sukarelawan untuk tim hoki anaknya di Des Moines, Iowa, tempat ia tinggal sekaligus markas Berkshire Hathaway Energy.

Alasan Gregory Abel Dipilih sebagai Penerus

Ada dua kualitas utama yang membuat Abel mendapat kepercayaan penuh dari Buffett dan jajaran petinggi Berkshire. Pertama adalah keahliannya dalam menjalankan bisnis. Abel berperan besar dalam mengembangkan MidAmerican menjadi raksasa energi nasional. Sejak menjabat sebagai wakil ketua, ia mengawasi bisnis-bisnis yang pada kuartal pertama tahun ini membukukan laba operasional lebih dari US$5 miliar atau setara Rp83,5 triliun.

Buffett sendiri kerap memuji efektivitas Abel sebagai eksekutif. “Dia melakukan semua pekerjaan dan saya menerima semua pujian,” seloroh Buffett. “Dia jauh lebih baik dari saya, tapi jangan beri tahu siapa pun,” sambungnya. 

Kualitas kedua adalah kesesuaian Abel dengan budaya Berkshire Hathaway. Namanya semakin menguat sebagai kandidat utama setelah mundurnya David Sokol pada 2011. Saat itu, Berkshire menyimpulkan bahwa Sokol melanggar kebijakan perusahaan dengan membeli saham Lubrizol senilai sekitar US$10 juta atau setara Rp167 miliar ketika sedang mengatur akuisisi perusahaan tersebut.

Sebaliknya, Abel dikenal berprofil rendah dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas. Hal itu disampaikan Charlie Munger, wakil ketua Berkshire sekaligus mitra lama Buffett, pada rapat tahunan pemegang saham 2021. “Greg akan menjaga budaya perusahaan.” 

Bagaimana Gregory Abel Akan Menjalankan Berkshire Hathaway?

Berbeda dengan Buffett yang terkenal sebagai stock picker ulung, kekuatan Abel terletak pada pengelolaan operasional. Hal ini sejalan dengan kondisi Berkshire saat ini sebagai konglomerasi besar dengan lebih dari 392.000 karyawan di berbagai sektor.

Abel tidak akan fokus memilih saham untuk portofolio investasi Berkshire. Tugas tersebut telah diemban oleh Todd Combs dan Ted Weschler. Namun, Abel akan memimpin keputusan strategis besar, termasuk akuisisi berskala masif. 

Artinya, tantangannya tidak kecil. Buffett sendiri mengakui bahwa ukuran Berkshire yang sangat besar, sehingga membuatnya semakin sulit menemukan target akuisisi yang cukup signifikan untuk mendongkrak laba perusahaan.