Bukan Cuma Bikin Kolesterol, Jeroan Ternyata Punya Manfaat Luar Biasa Ini!
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, jeroan atau organ dalam hewan seperti hati, ampela, usus, hingga babat adalah hidangan yang sangat menggugah selera.
Mulai dari soto, gulai, hingga sambal goreng, semuanya terasa lebih mantap kalau memakai jeroan.
Apalagi pada saat hari raya Idul Adha seperti ini tentu hampir semua orang memiliki stok jeroan sapi.
Namun, di balik kelezatannya yang hakiki, jeroan sering kali dicap buruk dan dituduh sebagai biang kerok utama melonjaknya kadar kolesterol dan asam urat.
Tapi, tahukah kamu kalau stigma buruk tersebut tidak sepenuhnya adil? Selama ini kita mungkin terlalu fokus pada kandungan lemaknya hingga melewatkan fakta bahwa organ dalam hewan sebenarnya menyimpan kepadatan nutrisi yang luar biasa tinggi.
Melansir National Geographic pada (30/5/26), jeroan atau yang di dunia barat dikenal dengan istilah offal ternyata masuk dalam kategori superfood karena kandungan vitamin dan mineralnya yang jauh melampaui daging otot biasa.
Kalau kita membandingkan daging sapi biasa dengan jeroan seperti hati sapi, perbedaannya dalam hal kandungan zat gizi makro dan mikro ternyata sangat mengejutkan.
Daging otot memang kaya akan protein, tetapi organ dalam adalah rajanya vitamin.
Hati sapi, misalnya, dikenal sebagai salah satu sumber alami terkaya akan Vitamin A (dalam bentuk retinol yang sangat mudah diserap tubuh), Vitamin B12, Zat Besi (Heme Iron), Tembaga, dan Kolin. Kandungan zat besi dan B12 pada hati sangat krusial untuk membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi saraf kita agar tetap optimal.
Ilmuwan pangan Flaminia Ortenzi berpendapat bahwa limpa menyaingi hati dalam hal kepadatan mineral.
Selain hati, organ lain seperti jantung juga tidak kalah hebat. Jantung hewan kaya akan Koenzim Q10 (CoQ10), sebuah antioksidan kuat yang berperan penting dalam memproduksi energi di dalam sel sekaligus menjaga kesehatan jantung manusia yang mengonsumsinya.
Untuk melihat jeroan dari sudut pandang ilmiah yang kredibel, mari kita simak apa saja pandangan para ahli nutrisi mengenai konsumsi organ dalam ini:
1. Jeroan adalah "Multivitamin Alami"
Para ahli diet sering kali menjuluki jeroan sebagai multivitamin alami dari alam. Keunggulan utama dari nutrisi yang ada di dalam jeroan adalah tingkat bioavailabilitas-nya yang tinggi.
Artinya, bentuk vitamin dan mineral di dalamnya sangat mudah dikenali, diserap, dan digunakan oleh tubuh manusia dibandingkan dengan suplemen sintetik atau sumber nabati.
2. Isu Kolesterol, Apakah Benar Bahaya?
Mengenai ketakutan masyarakat terhadap kolesterol pada jeroan, beberapa pakar nutrisi kontemporer memberikan catatan penting.
Penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa bagi mayoritas orang sehat, kolesterol yang berasal dari makanan (dietary cholesterol) tidak secara otomatis menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah secara drastis.
Meskipun demikian, para ahli tetap memberikan rambu-rambu yang ketat. Tubuh kita merespons makanan secara berbeda, dan ada kelompok orang tertentu yang sensitif (hyper-responders) terhadap kolesterol dari makanan.
Panduan Aman Menikmati Jeroan Tanpa Was-was
Agar kamu bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari jeroan tanpa perlu khawatir dengan efek sampingnya, para pakar kesehatan membagikan beberapa tips makan sehat berikut:
- Batasi Porsi dan Frekuensi: Kunci utama mengonsumsi jeroan adalah moderasi. Kamu tidak perlu memakannya setiap hari. Menjadikan hati atau jantung sapi sebagai menu selingan sebanyak 1–2 kali saja dalam seminggu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mikronutrisi tubuhmu.
- Perhatikan Kelompok Risiko Tinggi: Bagi penderita Asam Urat (Gout), jeroan adalah makanan yang wajib dihindari karena mengandung kadar purin yang sangat tinggi. Ibu hamil juga perlu membatasi konsumsi hati hewan karena kadar Vitamin A yang terlalu tinggi (hipervitaminosis A) berpotensi mengganggu perkembangan janin.
- Pilih Sumber yang Berkualitas: Nutrisi dan kebersihan jeroan sangat bergantung pada riwayat hidup hewan tersebut. Jika memungkinkan, pilihlah jeroan yang berasal dari hewan yang diberi makan rumput secara alami (grass-fed) dan dibesarkan tanpa suntikan hormon atau antibiotik berlebih.
- Cara Memasak yang Sehat: Kurangi mengolah jeroan dengan cara digoreng kering menggunakan minyak jelantah atau dimasak dengan santan kental yang dipanaskan berulang kali. Cobalah metode mengukus, merebusnya menjadi sup bening, atau menumisnya dengan sedikit minyak sehat dan banyak rempah-rempah segar.