Warren Buffett Investasi Besar ke Alphabet Setelah Kurangi Apple, Sinyal Apa?
Perusahaan investasi milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway, mengumumkan daftar pemegang saham terbanyak pada laporan kinerja kuartal III-2025. Berdasarkan dokumen tersebut, pelaku pasar menyoroti investasi ke induk Google, Alphabet, senilai US$4,3 miliar atau sekitar Rp 71,9 triliun (estimasi kurs Rp 16.730 per dolar AS) hingga akhir September 2025.
Jumlah tersebut memasukkan Alphabet sebagai salah satu dari 10 kepemilikan saham terbesar dalam portofolio perusahaan Buffett. Langkah ini mengejutkan banyak pelaku pasar mengingat Buffett dikenal sebagai investor dengan filosofi value investing dan cenderung menghindari saham teknologi berlabel high-growth.
Sebagai perbandingan, Berkshire sudah lama memegang saham Apple tetapi Buffett berulang kali menegaskan produsen iPhone itu ia anggap sebagai perusahaan consumer products dibandingkan emiten teknologi murni (pure tech). Bahkan, Buffett memangkas kepemilikan sahamnya di Apple sebesar 15 persen sehingga tersisa sebesar US$60,5 miliar.
Ia mulai melakukan aksi jual besar-besaran saham Apple pada tahun 2024 kemudian mengurangi lagi pada kuartal II-2025. Meski Buffett terus melepas saham Apple secara konsisten, perusahaan tetap menjadi pemegang ekuitas terbesar di produsen Macbook tersebut.
Ilustrasi Diversifikasi Investasi
Pernyataan Buffet seolah menjilat ludah sendiri karena bertolak belakang dari aksi korporasi Berkshire Hathaway. Di mana perusahaan miliknya justru menamamkan modal bernilai fantastis di Alphabet bahkan masuk daftar jajaran sepuluh terbesar portofolionya.
Dikutip dari CNBC Internasional pada Selasa, 18 November 2025, investasi perusahaan raksasa investasi yang berpusat di Omaha dinilai menjadi sinyal yang kuat bahwa konglomerasi itu melihat nilai jangka panjang di balik bisnis Google. Khususnya pada lini cloud dan kecerdasan buatan (AI) yang sedang berkembang pesat.
Beredar isu bahwa aksi penambahan investasi bukan dilakukan oleh Buffett, melainkan dari dua manajer investasinya, Todd Combs atau Ted Weschler yang selama ini lebih agresif memburu peluang di sektor teknologi. Salah satu dari mereka memulai investasi di Amazon pada tahun 2019 yang hingga saat ini masih tercatat dalam portofolio Berkshire dengan nilai sekitar US$2,2 miliar.
Alphabet berhasil mengokohkan sebagai salah satu perusahaan global dengan kinerja terbaik tahun ini. Harga sahamnya telah naik 46 persen dipicu permintaan kuat terhadap teknologi kecerdasan buatan dan pertumbuhan stabil unit Google Cloud.
Menariknya, Buffett pernah mengakui bahwa ia melewatkan kesempatan emas untuk berinvestasi lebih awal di Google. Ia bahkan mencontohkan bagaimana GEICO, unit asuransi milik Berkshire, menjadi salah satu pengiklan awal yang memanfaatkan platform Google.
“Saya telah melihat produk tersebut berhasil, dan saya tahu margin keuntungannya. Saya tidak cukup tahu tentang teknologi untuk mengetahui apakah produk ini benar-benar akan menghentikan persaingan yang ketat," kata Buffett pada tahun 2018 lalu.
Berikut daftar 10 portofolio terbesar Berkshire Hathaway hingga akhir bulan September 2025.
- Apple (AAPL) – US$60,7 miliar
- American Express (AXP) – US$50,4 miliar
- Bank of America (BAC) – US$29,3 miliar
- Coca-Cola (KO) – US$26,5 miliar
- Chevron (CVX) – US$19 miliar
- Occidental Petroleum (OXY) – US$12,5 miliar
- Moody’s (MCO) – US$11,8 miliar
- Chubb (CB) – US$8,8 miliar
- Kraft Heinz (KHC) – US$8,5 miliar
- Alphabet (GOOGL) – US$4,3 miliar