Nasihat Warren Buffett dan Munger: Pasangan yang Salah Akan Menyeret Anda ke Bawah

Sebagian nasihat cepat basi seperti susu, tapi tidak demikian dengan nasihat Charlie Munger, sahabat sekaligus partner bisnis Warren Buffett.
Beberapa tahun sebelum meninggal pada akhir 2023, wakil ketua Berkshire Hathaway itu menyampaikan pandangan yang lugas dan tanpa basa-basi tentang cinta, hidup, dan investasi, dan berhasil merangkai ketiganya dalam waktu kurang dari 30 detik.
Dalam rapat pemegang saham Daily Journal 2017, Munger ditanya tentang bagaimana strategi investasi Berkshire berubah dari waktu ke waktu. Jawabannya, seperti biasa, langsung menembus kebisingan.
“Kami dulu seperti menembak ikan di dalam tong,” ujarnya. “Tapi karena terlalu mudah, kami tidak mau menembak ikan saat mereka bergerak. Jadi kami menunggu sampai mereka melambat, lalu menembaknya dengan senapan.”
Lalu, Munger menutupnya dengan kalimat ini:
“Saya dulu mengatakan bahwa Anda harus menikahi orang terbaik yang bersedia menerima Anda. Saya khawatir itu adalah aturan hidup. Anda harus menjalani hidup dengan keunggulan terbaik yang bisa Anda peroleh,” ungkapnya, dilansir dari Yahoo Finance, Selasa (27/1/2026).
Rahasia perkawinan miliarder
Itu bukan sekadar tips kencan yang terlontar begitu saja. Itu adalah pandangan hidup Munger secara keseluruhan.
Yaitu soal ambil apa yang tersedia, apa yang nyata, apa yang benar-benar bersedia menerima Anda, lalu maksimalkan. Baik itu saham, perangkat lunak, maupun pasangan hidup, kesempurnaan hanyalah fantasi, yang nyata adalah leverage.
Warren Buffett juga memiliki pendapat serupa.
Dalam dokumenter HBO tahun 2017 berjudul “Becoming Warren Buffett”, ia mengatakan bahwa mendiang istrinya, Susie, adalah salah satu dari dua momen paling menentukan dalam hidupnya.
“Apa yang terjadi pada saya tidak akan terjadi tanpa dirinya,” kata Buffett.
“Dia percaya pada saya. Dia membentuk saya. Saya bukan hanya tidak akan menjadi pribadi seperti sekarang ini, tetapi saya juga tidak akan sesukses ini dalam bisnis tanpa dirinya,” sambungnya.
Pada tahun yang sama, dalam perbincangan dengan pendiri Microsoft Bill Gates, Buffett kembali menegaskan pentingnya memilih pasangan yang tepat.
“Anda ingin bergaul dengan orang-orang yang merupakan sosok seperti yang ingin Anda jadikan diri Anda,” ujarnya. “Dan orang yang paling penting dalam hal itu, sejauh ini, adalah pasangan hidup Anda.”
Buffett juga pernah mengatakan, bahwa salah satu rahasia pernikahan yang langgeng adalah “ekspektasi yang rendah”.
Dalam wawancara dengan Fortune pada 2015, ia berujar, “Jika Anda ingin pernikahan bertahan lama, carilah seseorang dengan ekspektasi yang rendah.”
Ucapan itu dimaksudkan sebagai kebijaksanaan yang setengah bercanda, namun seperti kebanyakan hal yang diucapkan Buffett, ia berakar pada pengalaman.
Di antara mereka berdua, Munger dan Buffett menghabiskan total 134 tahun dalam ikatan pernikahan.
Munger menikah dengan istri pertamanya, Nancy Huggins, selama delapan tahun hingga wafat pada 1953, lalu menikah dengan istri keduanya, Nancy Barry, selama 54 tahun berikutnya.
Buffett menikah dengan Susan Thompson selama 52 tahun, kemudian dengan Astrid Menks selama lebih dari 20 tahun dan masih berlanjut hingga kini.
Jadi saat kedua miliarder dengan riwayat pernikahan seperti itu berbicara tentang pentingnya memilih pasangan hidup, maka itu bukan sekadar teori.
Mereka tahu secara langsung bagaimana orang yang tepat dapat mempertajam cara berpikir, menenangkan badai dalam hidup, atau menarik Anda kembali dari tepi jurang.
Menurut Buffett dan Munger, salah memilih bisa menyeret Anda ke bawah. Dan memilih dengan tepat, membawa Anda melampaui apa pun yang mungkin Anda capai sendirian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang