Empat Cara Menjadi Lebih Kaya ala Warren Buffett, Apa Saja?

Buffett, Empat Cara Menjadi Lebih Kaya ala Warren Buffett, Apa Saja?, 1. Sikap lebih penting dari kepintaran, 2. Investasi di perusahaan hebat tapi dengan harga wajar, 3. Bertahan untuk jangka panjang, 4. Memilih pekerjaan yang benar-benar Anda nikmati

Warren Buffett menembus status miliarder pada 1985 saat berusia 54 tahun.

Di tahun itu, hanya ada 12 miliarder lain di seluruh dunia. Sedangkan pada tahun 2025 tercatat, jumlah miliarder di seluruh dunia mencapai hampir 2.800 orang.

Buffett, yang kini memiliki kekayaan sekitar 150 miliar dollar AS, membangun kekayaannya dari nol.

Ia sudah mulai bekerja dan membangun aset sejak kecil, dan tidak pernah berhenti sejak saat itu.

Buffett dijuluki Oracle of Omaha karena kemampuannya yang kerap terasa “tidak masuk akal” dalam membaca arah pasar saham.

Tidak banyak yang benar-benar memahami bagaimana ia melakukannya, dan Buffett sendiri tidak pernah menyombongkan hal itu.

Namun satu hal yang konsisten ia lakukan, adalah berbagi kebijaksanaan soal membangun kekayaan.

Menariknya, ia tidak menggunakan istilah keuangan yang rumit dan eksklusif. Buffett berbicara apa adanya, apa pun risikonya.

Berikut empat nasihat utamanya untuk menjadi lebih kaya, dilansir dari laman Yahoo Finance.

Cara menjadi lebih kaya ala Warren Buffett

Ini empat cara Buffett untuk menjadi lebih kaya dari sebelumnya:

1. Sikap lebih penting dari kepintaran

Menurut Buffett, berinvestasi bisa terasa menakutkan, terutama bagi pemula. Bahkan bagi yang sudah bertahun-tahun melakukannya pun, rasa kekhawatiran itu tetap ada.

Banyak orang merasa tertekan untuk menjadi “sangat pintar”. Padahal menurut Buffett, hal itu tidak perlu. Yang jauh lebih penting adalah sikap dan cara pandang.

“Kualitas terpenting bagi seorang investor adalah temperamen, bukan kecerdasan,” kata Buffett.

“Anda membutuhkan temperamen yang tidak memperoleh kesenangan berlebihan baik saat mengikuti kerumunan maupun saat melawan kerumunan.”

Dengan kata lain, tetap tenang, jalani proses, dan jangan terjebak dalam lingkaran obsesif memikirkan apa yang dilakukan orang lain.

2. Investasi di perusahaan hebat tapi dengan harga wajar

Nasihat klasik Buffett lainnya adalah, “Jauh lebih baik membeli perusahaan yang luar biasa dengan harga wajar daripada perusahaan biasa dengan harga luar biasa.”

Artinya, jika membeli saham, fokuslah pada perusahaan berkualitas tinggi dengan kepemimpinan kuat dan potensi besar, tetapi hanya jika harganya masuk akal.

Jangan membayar terlalu mahal hanya demi ikut masuk. Waspadai perusahaan yang biasa saja namun dijual dengan harga selangit.

3. Bertahan untuk jangka panjang

Buffett dikenal sebagai simbol strategi investasi jangka panjang. Ia tidak percaya pada investasi singkat lalu cepat keluar.

Ia percaya pada ketekunan, bertahan dalam suka dan duka, agar manfaat bunga majemuk bisa bekerja maksimal.

“Waktu adalah kawan Anda, impuls adalah musuh Anda,” kata Buffett.

“Manfaatkan bunga majemuk dan jangan tergoda oleh nyanyian sirene pasar.”

Kesabaran dan daya tahan adalah inti filosofi Buffett dalam membangun kekayaan.

Prinsipnya sangat sederhana, namun bagi banyak orang justru sangat sulit, yaitu duduk tenang, bersabar, dan biarkan waktu bekerja.

4. Memilih pekerjaan yang benar-benar Anda nikmati

Tak kalah penting, Buffett menyarankan untuk memilih pekerjaan atau jalan hidup yang benar-benar Anda nikmati, sekaligus dikelilingi oleh orang-orang yang juga menyukai apa yang mereka lakukan. Dalam hal ini, seperti sesuatu yang tetap akan Anda kerjakan meski tidak membutuhkan uang.

“Arah hidup Anda pada akhirnya akan bergerak mengikuti orang-orang yang bekerja bersama Anda,” kata Buffett, dilansir dari CNBC.

Dengan mengelilingi diri bersama orang-orang yang tepat dan tidak semata-mata mengejar uang, Anda akan terus belajar dan berkembang.

Selain itu, pekerjaan yang digeluti dengan riang, akan lebih banyak menghasilkan hal positif.

"Bukan hanya belajar bagaimana sukses dalam bisnis, tetapi juga belajar bagaimana sukses dalam hidup.”

Buffett mengatakan, sebagian besar keberhasilannya dalam memimpin Berkshire Hathaway ia atribusikan kepada orang-orang yang bekerja bersamanya, termasuk dua mantan anggota dewan Berkshire, Walter Scott Jr. dan David ‘Sandy’ Gottesman.

Dua sosok yang menurutnya, tetap akan ia pilih untuk memimpin Berkshire bahkan seandainya perusahaan itu hanya sebesar sebagian kecil dari ukurannya saat ini.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang