WFA dan Mudik Picu Lonjakan Internet saat Lebaran 2026
"Ini (libur Lebaran 2026) kurang lebih ada dua minggu. Implikasinya tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan trafik telekomunikasi, yang diperkirakan dalam laporan sekitar 30-40 persen," katanya di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Faktor lain yang diperkirakan berkontribusi pada peningkatan penggunaan layanan telekomunikasi selama libur Lebaran 2026 yakni anjuran pemerintah untuk menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) bagi pekerja.
Guna menjaga kualitas layanan telekomunikasi selama libur Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, pemerintah bekerja sama dengan operator seluler mengerahkan satuan tugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di posko khusus pemantauan layanan telekomunikasi yang dioperasikan selama 13-29 Maret 2026.
"Antisipasinya ini sudah dilakukan dengan baik oleh kita semua, karena teman-teman operator seluler sudah mempersiapkan backup plan untuk menambahkan jaringan di daerah-daerah yang rawan terjadinya penumpukan crowd area, itu sudah disiapkan," papar Ismail.
Ia juga menyampaikan bahwa upaya untuk menjaga kualitas pelayanan telekomunikasi selama libur Lebaran 2026 juga mencakup penguatan jaringan 4G dan 5G. "Jadi, 4G dan 5G ini tetap dikombinasikan. Khususnya Lebaran ini karena diprediksi ada lonjakan trafik," tegasnya.
Selain itu, pemerintah sudah menyiapkan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) dan pusat panggilan 112 untuk mendukung upaya mitigasi selama libur Lebaran 2026.
"Kami turut menyiapkan dukungan EWS atau penyampaian informasi bencana melalui SMS blast dan siaran TV digital secara nasional," urai Ismail. EWS akan menyampaikan notifikasi kepada warga melalui TV digital kalau bencana terjadi di daerah domisili mereka.
Warga disarankan mengatur layanan TV digital mereka sesuai dengan kode pos domisili agar EWS bisa menyampaikan notifikasi secara akurat. Pemerintah juga menyiapkan layanan pusat panggilan 112 untuk merespons cepat anggota masyarakat yang membutuhkan bantuan saat menghadapi situasi darurat seperti kecelakaan.
Layanan pusat panggilan 112 sudah tersedia di Provinsi DKI Jakarta dan 190 kabupaten/kota di Indonesia. Warga bisa menghubungi pusat bantuan 112, yang terintegrasi dengan layanan darurat kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans, tanpa mengeluarkan biaya.