Kata Media Asing soal Banjir Sumatera: Permukiman Luluh Lantak, Respons Prabowo Disorot
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi sorotan sejumlah media internasional dalam beberapa hari terakhir.
Bencana ini menarik perhatian dunia karena derasnya air mampu meluluhlantakkan permukiman, kawasan ekonomi, bahkan merendam pusat kota.
Selain itu, banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera juga menyebabkan 174 orang meninggal.
Hal tersebut sesuai dengan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (28/11/2025) pukul 21.41 WIB.
Lalu, apa kata media asing soal banjir bandang dan tanah longsor Sumatera?
1. Associated Press (AP)
Kantor berita AP memberitakan bahwa 79 orang masih hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Sumatera.
Data yang disebutkan AP sesuai dengan laporan BNPB yang diterima Kompas.com pada Jumat (28/11/2025) pukul 21.41 WIB.
AP menyebutkan, proses evakuasi korban masih terkendala karena bencana yang terjadi menyebabkan jembatan rusak dan jumlah alat berat yang terbatas.
Menurut kantor berita tersebut, salah satu faktor yang memicu banjir bandang adalah hujan yang membuat sungai-sungai meluap di Sumatera Utara sejak Selasa (25/11/2025).
Banjir kemudian menggenangi desa-desa di lereng gunung lalu menghanyutkan penduduk dan merendam lebih dari 3.200 rumah dan bangunan.
Bencana tersebut juga membuat 3.000 keluarga harus mengungsi ke tempat penampungan yang sudah disiapkan pemerintah.
“Tanah longsor yang menutupi sebagian besar wilayah, pemadaman listrik, dan kurangnya telekomunikasi menghambat upaya pencarian," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dikutip dari AP, Jumat (28/11/2025).
AP juga menyoroti respons Presiden Prabowo Subianto terkait banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Sumatera.
Prabowo mengatakan, pemerintah pusat telah mengerahkan tiga pesawat untuk membawa petugas penyelamat, makanan, obat-obatan, selimut, tenda, dan generator di lokasi bencana.
Bantuan tersebut diangkut menggunakan beberapa pesawat, seperti Hercules C-130 dan Airbus A-400, pada Jumat (28/11/2025) pagi.
“Kami terus mengirimkan bantuan dan memenuhi kebutuhan mereka yang terdampak," kata Prabowo, sebagaimana dikutip oleh AP.
"Banyak jalan terputus dan cuaca masih belum mendukung. Bahkan helikopter dan pesawat kami terkadang kesulitan mendarat,” tambahnya.
Menurut Prabowo, bencana yang terjadi di Sumatera menandakan tantangan global yang semakin besar, seperti perubahan iklim, pemanasan global, dan degradasi lingkungan.
Prabowo juga meminta kesadaran lingkungan diperkuat melalui kurikulum sekolah.
“Kita harus mengajarkan pentingnya melindungi lingkungan dan hutan kita, serta secara serius mencegah penebangan liar dan perusakan,” kata Prabowo.
2. The Guardian
Media asal Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa banjir bandang yang melanda Sumatera terjadi secara tiba-tiba.
Mengutip kesaksian warga Malalak bernama Lingga Sari, banjir diawali suara gemuruh sebelum akhirnya menerjang permukiman.
Warga yang mendengar suara tersebut langsung keluar rumah dan melihat air bah datang, lalu bergegas menyelamatkan diri ke rumah ibadah.
Bupati Agam, Benny Warlis, menyampaikan bahwa sekitar 200 warga masih terisolasi di Desa Jorong Taboh, wilayah lereng bukit yang terdampak longsor.
Hingga kini, pihak berwenang belum dapat memastikan jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal, meninggal, atau hilang karena seluruh akses menuju lokasi masih terputus.
“Kami kesulitan memverifikasi data korban dan mereka yang hilang karena akses ke desa yang terletak di bukit curam itu tertutup sepenuhnya,” kata Warlis, dikutip dari The Guardian, Jumat (28/11/2025).
3. PBS
Banjir bandang dan tanah longsor Sumatera juga menjadi sorotan media asal Amerika Serikat (AS), PBS.
Dalam pemberitaannya pada Jumat (28/11/2025), PBS menuliskan, bencana yang terjadi di Sumatera dalam sepekan terakhir tidak bisa dilepaskan dari cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar.
Siklon tersebut sempat terbentuk di Selat Malaka dan bisa menyebabkan kondisi atmosfer yang tidak stabil.
“Kami telah memperpanjang peringatan cuaca ekstrem karena pasokan uap air yang kuat dan perubahan dinamika atmosfer,” kata Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah Raharjo, sebagaimana dikutip oleh PBS.
PBS menambahkan, Siklon Tropis Senyar menyebabkan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan sekitarnya sebelum sistem ini dinyatakan punah.
“Hujan musiman sering kali menyebabkan banjir dan tanah longsor di Indonesia, negara kepulauan dengan 17.000 pulau tempat jutaan orang tinggal di daerah pegunungan atau di dekat dataran banjir yang subur,” pungkas media tersebut.
4. Al Jazeera
Media asal Qatar, Al Jazeera, menyoroti akses ke sejumlah titik usai jalan dan jembatan terputus akibat banjir dan tanah longsor.
Media tersebut mengatakan, warga di wilayah Padang Pariaman, Sumatera, harus menghadapi ketinggian air setidaknya 1 meter.
Namun, wilayah ini masih belum dapat dijangkau oleh personel pencarian dan penyelamatan hingga Jumat (28/11/2025).
Al Jazeera juga menyoroti banyaknya korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sepekan terakhir.
Di Batang Toru, Sumatera Utara, warga menguburkan tujuh korban yang tidak teridentifikasi di sebuah kuburan massal.
Jenazah yang telah membusuk terbungkus plastik hitam lalu diangkat dari bak truk ke sebidang tanah yang luas.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang