Banjir Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol di Demak Surut, Tersisa 7 Lansia di Pengungsian

tanggul Sungai Tuntang, Banjir Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol di Demak Surut, Tersisa 7 Lansia di Pengungsian

Dengan banjir yang berangsur surut, warga Desa Kebonagung, Kabupaten Demak, mulai berangsur pulang. 

Tersisa tujuh orang lanjut usia yang masih bertahan di gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Kebonagung, Kabupaten Demak hingga Rabu (18/2/2026). 

Mereka menjadi pengungsi terakhir setelah banjir yang merendam wilayah tersebut mulai berangsur surut. 

Sebagian besar warga lainnya telah kembali ke rumah masing-masing. Aktivitas bersih-bersih kini mulai dilakukan di sejumlah pedukuhan terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kebonagung, Yogi Setiawan Widi Nugroho, mengatakan kondisi genangan sudah jauh berkurang dibandingkan awal pekan.

"Sudah kembali ke rumah masing-masing, sebagian besar sudah surut," kata Yogi dikutip dari , Jumat (20/2/2026).

Menurut dia, air mulai turun sejak Selasa (17/2/2026) pagi. Seiring surutnya genangan, warga perlahan meninggalkan lokasi pengungsian dan kembali untuk membersihkan rumah.

Sempat ada 14 warga bertahan

Sebelumnya, jumlah warga yang masih berada di pengungsian tercatat sekitar 14 orang. 

Namun, angka itu terus berkurang seiring membaiknya kondisi di lapangan.

"Di gedung KDMP masih tujuh orang lansia," ujar Yogi.

Para lansia tersebut masih bertahan dengan mempertimbangkan kondisi fisik serta situasi rumah masing-masing yang terdampak banjir.

Tanggul Sungai Tuntang jebol

Banjir di Kebonagung terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Senin (16/2/2026). Air sungai meluap dan menggenangi sejumlah pedukuhan di Desa Kebonagung dan Desa Pilangwetan.

Pada puncak kejadian, ketinggian air mencapai setinggi perut orang dewasa. Puluhan warga terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Kepala Desa Kebonagung, Turyadi, sebelumnya menyebut genangan relatif cepat surut karena sebagian air mengalir menuju wilayah Kabupaten Grobogan. 

Meskipun begitu, pemerintah setempat tetap memantau kondisi tanggul dan aliran sungai guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang