Kebakaran di Pademangan Diduga akibat Korsleting, Kerugian Capai Rp 168 Juta

Kebakaran melanda hunian padat penduduk di Gang 8, Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, pada Selasa (20/1/2026).
Kejadian ini sempat membuat warga panik karena lokasi rumah yang terbakar berada di kawasan padat penduduk dan berdekatan dengan jalur rel kereta api.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman mengatakan, laporan kebakaran diterima dari masyarakat sekitar pada pukul 10.40 WIB.
"Objek yang terbakar adalah rumah. Titik kenal objek berada di samping rel kereta," ujarnya saat dikonfirmasi , Selasa (20/1/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, 15 unit armada pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi.
Jumlah tersebut terdiri dari 12 unit mobil pompa dan tiga unit pendukung, dengan kekuatan total 85 personel.
"Tiba di tempat kejadian perkara pada pukul 10.47 WIB dan awal pemadaman dilakukan pukul 10.48 WIB," ungkap Gatot.
Upaya pemadaman dilakukan secara cepat untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Petugas berhasil mengendalikan dan melokalisasi kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB.
“Situasi sudah dapat dilokalisasi,” kata Gatot.
Dugaan awal penyebab kebakaran
Dilansir dari Antara, Selasa, Gatot Sulaeman menyatakan bahwa kebakaran tujuh lapak pengepul barang bekas di Pademangan diduga disebabkan oleh korsleting listrik.
“Berdasarkan keterangan saksi kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik,” kata Gatot Sulaeman.
Gatot juga menjelaskan, saksi yang merupakan tetangga pemilik rumah, melihat percikan api dari tumpukan rongsokan, kemudian api dengan cepat merambat ke lapak-lapak lainnya.
“Karena angin sangat kencang sehingga api tidak bisa dikendalikan dan warga menelepon damkar untuk meminta bantuan,” tambahnya.
Menurut data terkini, Gatot mencatat, objek yang terbakar meliputi tujuh lapak dengan luas total 120 meter persegi dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 168 juta.
“Alhamdulillah pemadaman berhasil dilakukan dengan aman dan terkendali. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini,” pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang