2 Petinggi Miss Universe Terseret Kasus Hukum, Apa yang Terjadi?
Kontroversi kembali melanda Miss Universe, beberapa hari setelah final ajang kecantikan internasional tersebut di Thailand pada Jumat (21/11/2025).
Kali ini, dua sosok penting yang berkaitan dengan Miss Universe Organization terseret kasus hukum di negara masing-masing yaitu Raul Rocha Cantu di Meksiko dan Jakkaphong “Anne” Jakrajutatip di Thailand.
Simak kasus mereka selengkapnya berikut ini.
Presiden Miss Universe Organization diselidiki di Meksiko
Raul Rocha diselidiki terkait dugaan narkoba dan perdagangan senjata
Presiden Miss Universe Organization Raul Rocha menyayangkan apa yang dilakukan oleh CEO Miss Grand International sekaligus Presiden Komite Penyelenggara Miss Universe Thailand ke-74, Nawat Itsaragrisil, yang diduga menyebut Miss Meksiko Fatima Bosch bodoh.
Presiden Miss Universe Organization, Raul Rocha Cantu tengah diselidiki terkait dugaan perdagangan narkoba dan senjata serta pencurian bahan bakar, menurut pernyataan Kantor Jaksa Agung Meksiko pada Rabu (26/11/2025).
Namun, dalam mengungkap rincian penyelidikan yang dimulai pada tahun 2024 ini, Jaksa Agung Meksiko merujuk Rocha sebagai “Raul R,” sebagaimana lazimnya di negara tersebut.
Tidak hanya itu, 13 surat perintah penangkapan terkait kasus tersebut telah disetujui, tapi pihak berwenang belum mengonfirmasi apakah salah satunya ditujukan langsung kepada Rocha.
Kendati demikian, dilansir dari Reuters, Kamis (27/11/2025), media lokal melaporkan bahwa surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk Rocha.
Tidak hanya itu, seorang agen federal juga mengonfirmasi bahwa sosok tersebut adalah Rocha, dikutip dari AP.
Sebagai informasi, warga negara Meksiko ini memiliki setengah saham dari Miss Universe Organization. Ia membelinya pada 2023 melalui perusahaan miliknya, Legacy Holding Group USA, dari JKN Global Group.
Co-owner Miss Universe terancam ditangkap di Thailand
Jakkaphong Jakrajutatip terseret dugaan penipuan
Anne Jakkaphong Jakrajutatip adalah transgender Thailand dengan kerajaan bisnis yang baru saja membeli kepemilikan atas Miss Universe Organization.
Sementara itu, kasus yang hampir tidak berkaitan melanda co-owner Miss Universe Organization, Jakkaphong "Anne" Jakrajutatip di Thailand.
Pengadilan Distrik Bangkok Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Jakrajutatip, Rabu (26/11/2025), setelah ia tidak hadir dalam sidang kasus dugaan penipuan pada Selasa (25/11/2025) tanpa memberikan pemberitahuan resmi kepada pengadilan. Dengan begitu, ia dianggap berisiko melarikan diri.
Perusahaan Jakrajutatip, JKN Global Group Public Co. Ltd. digugat atas dugaan penipuan terhadap Raweewat Maschamadol dalam penjualan obligasi korporasi perusahaan tersebut pada tahun 2023.
Maschamado menyatakan bahwa investasi tersebut menyebabkan kerugian sebesar 30 juta baht (sekitar Rp 15,4 miliar).
JKN Global Group Public Co. Ltd yang mengalami kesulitan keuangan gagal membayar investor mulai tahun 2023 dan memulai prosedur rehabilitasi utang di Pengadilan Kepailitan Pusat pada tahun 2024.
Perusahaan tersebut menyatakan memiliki utang sebesar sekitar 3 miliar baht (sekitar Rp 1,54 triliun).
Sebagai informasi, Jakrajutatip sempat dikenal sebagai pemilik JKN Global Group Public Co. Ltd. Namun, ia mengundurkan diri dari semua jabatannya di perusahaan pada bulan Juni setelah dituduh telah memalsukan laporan keuangan perusahaan tahun 2023 oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC).
Namun, dilansir dari AP, Jakrajutatip tetap menjadi pemegang saham terbesar perusahaan tersebut.
Keberadaan Jakrajutatip hingga saat ini belum diketahui. Ia juga tidak terlihat hadir dalam kontes Miss Universe ke-74 yang digelar di Bangkok, Thailand, sejak awal November 2025.
Kontroversi Miss Universe 2025
Ajang Miss Universe tahun ini di Bangkok juga diwarnai sejumlah masalah. Salah satunya melibatkan Fatima Bosch dari Meksiko, yang dinobatkan sebagai Miss Universe 2025 pada Jumat (21/11/2025).
Ia sempat ditegur "bodoh" oleh seorang penyelenggara asal Thailand, Nawat Itsaragrisil yang kemudian memicu kontroversi di tengah kompetisi.
Selain itu, dua juri juga dilaporkan mengundurkan diri, dengan salah satunya menyebut adanya unsur kecurangan dalam penilaian.
Tak hanya itu, Miss Africa and Oceania, Olivia Yace dan Miss Estonia, Brigitta Schaback secara tiba-tiba mengumumkan mengembalikan gelar mereka.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang