Deretan Drama Penyelenggaraan Miss Universe, dari Keracunan Makanan hingga 2 Juri Mundur
Penyelenggaraan Miss Universe 2025 di Bangkok berhasil mendapat perhatian publik. Kontes kecantikan sejagat yang digelar di Bangkok Thailand itu diwarnai dengan sejumlah drama bahkan sejak acara dimulai.
Bahkan banyak outlet media dari berbagai negara yang menyebut Miss Universe 2025 sebagai penyelenggaraan ter-drama. Lantas apa saja deretan kontroversi penyelenggaraan Miss Universe 2025? Berikut ini rangkumannya dilansir dari CNN Internasional, Jumat 21 November 2025.
- Aksi Pengusiran terhadap Miss Mexico
Dalam pertemuan pra-pageant yang disiarkan langsung awal bulan ini, Direktur Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, menegur Fatima Bosch, Miss Meksiko, karena dianggap kurang mengunggah konten promosi di media sosial. Ia bahkan tampak menyebut Bosch sebagai bodoh. Tak sampai di situ, Nawat juga sempat memanggil petugas keamanan untuk mengusirnya keluar ruangan.
Insiden tersebut langsung membuat para kontestan lain melakukan aksi walkout sebagai bentuk solidaritas. Insiden ini memicu tuduhan misogini dan menuai kecaman global, termasuk dari Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang menyebut kejadian tersebut sebagai bentuk agresi yang dihadapi Bosch dengan penuh martabat.
Sementara itu, Miss Universe Organization mengecam tindakan Nawat dan membatasi perannya dalam penyelenggaraan ajang tersebut. Nawat juga sempat meminta maaf dalam acara penyambutan yang disiarkan langsung, namun menolak memberikan komentar lebih lanjut.
- Rasisme
Tak berselang lama, Miss Universe 1996, Alicia Machado, ikut menjadi sorotan setelah dianggap melontarkan komentar rasis dalam siaran langsung di Instagram.
Machado menyebut Nawat sebagai orang Cina yang menjijikkan, dan ketika seorang penonton mengingatkan bahwa ia adalah orang Thailand, Machado punya jawaban sendiri.
“Cina, Thailand, Korea, buat saya semua orang bermata sipit seperti ini ya Cina,” sambil menarik kedua sudut matanya.
- Juri Mengundurkan Diri hingga Rekayasa Pemenang
Dua juri tiba-tiba mengundurkan diri beberapa hari sebelum pemenang diumumkan, salah satunya menuduh kompetisi tersebut sudah direkayasa. Komposer Omar Harfouch mengumumkan lewat Instagram bahwa ia mundur dari panel juri beranggota delapan orang, dan mengklaim bahwa ada panel juri rahasia yang sudah memilih 30 besar sebelum malam final.
“Saya tidak bisa berdiri di depan publik dan kamera televisi, pura-pura melegitimasi hasil voting yang tidak saya ikuti,” tulis Harfouch dalam pernyataannya.
Miss Universe Organization mengatakan bahwa klaim tersebut menyesatkan.
“Miss Universe Organization menegaskan bahwa tidak ada juri tambahan yang dibentuk, tidak ada pihak eksternal yang diberi wewenang untuk menilai atau memilih finalis, dan seluruh proses penilaian tetap mengikuti protokol MUO yang transparan dan diawasi,” bunyi pernyataan resmi mereka.
Juri kedua, mantan pesepakbola Prancis Claude Makélélé, juga mundur pada hari yang sama dengan alasan urusan pribadi mendadak.
“Saya sangat menghormati Miss Universe,” tulisnya di Instagram.
- Insiden Keracunan Makanan
Ketiga peserta Miss Universe dari Indonesia, Hungaria dan Estonia harus mengalami pengalaman kurang menyenangkan. Ketiganya diketahui mengalami keracunan makanan. International Business Times menyebut keracunan makanan diduga terjadi setelah makan bersama di hotel tempat para kontestan menginap
- Insiden Jatuh
Kontestan asal Jamaika, Gabrielle Henry, terjatuh cukup parah saat sesi gaun malam pada babak preliminaries dan harus dibawa menggunakan tandu, menurut video di media sosial yang memperlihatkan momen jatuhnya. Presiden Miss Universe, Raul Rocha, menjelaskan lewat Instagram bahwa Henry kini dalam perawatan yang baik di rumah sakit dan tidak mengalami patah tulang.
- Guncangan di Pucuk Kepemimpinan
Miss Universe Organization mengalami pergantian pimpinan setelah pengusaha media asal Thailand, Anne Jakkaphong Jakrajutatip, mundur dari jabatannya pada Juni lalu. Mario Búcaro ditunjuk sebagai CEO baru pada akhir Oktober, hanya beberapa hari sebelum para kontestan tiba.
Jakkaphong, yang dikenal sebagai aktivis hak transgender, membeli organisasi Miss Universe seharga USD 20 juta pada 2022, namun perusahaannya dinyatakan bangkrut pada 2023 lalu.