Top 5+ Fakta Penemuan Kebun Sawit di Cigobang Cirebon: Dinas Pertanian Kaget, Lahan Dikelola PT

kelapa sawit, 5 Fakta Penemuan Kebun Sawit di Cigobang Cirebon: Dinas Pertanian Kaget, Lahan Dikelola PT, 1. Luas Kebun Sawit Mencapai 6,5 Hektar, 2. Pemilik Lahan Tidak Tahu Ada Penanaman Kelapa Sawit, 3. Luas Lahan yang Dilubangi untuk Kelapa Sawit Mencapai 1.200 Meter Persegi, 4. Casteja Sempat Didatangi Perusahaan Perkebunan, 5. Pengelolaan Kebun Sawit Bermitra dengan Badan Usaha

Keberadaan kebun sawit di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

Namun, tidak satu pun pihak Pemerintah Kabupaten Cirebon yang menyadari adanya alih fungsi lahan hutan hijau menjadi kebun sawit.

Lokasi kebun sawit tersebut berada di kawasan perbukitan, tepatnya di atas bukit dan lereng yang tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan.

Berikut sejumlah fakta di balik penemuan kebun sawit di Cigobang, Cirebon.

1. Luas Kebun Sawit Mencapai 6,5 Hektar

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman, mengaku terkejut dengan penemuan kebun sawit di Desa Cigobang.

Menurutnya, kebun sawit tersebut tiba-tiba diketahui keberadaannya dengan luas mencapai sekitar 6,5 hektare.

Durahman menambahkan, pihaknya belum mengetahui kronologi awal penanaman kelapa sawit di wilayah tersebut.

“Padahal, sawit bukan komoditas unggulan Kabupaten Cirebon,” ujar Durahman dikutip dari TribunJabar, Jumat (2/1/2026).

2. Pemilik Lahan Tidak Tahu Ada Penanaman Kelapa Sawit

Sementara itu, Casteja (31) selaku pemilik lahan mengaku tidak tahu sebagian tanah miliknya “disulap” menjadi kebun kelapa sawit.

Hal itu baru ia ketahui setelah diminta melakukan pengecekan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.

Ia menyaksikan sendiri lahan miliknya sudah dilubangi secara rapi dengan jarak yang teratur seolah-olah hendak dipakai untuk menanam sesuatu.

Casteja menegaskan bahwa ia tidak pernah memberi izin penanaman kelapa sawit di lahannya.

“Kaget tahu-tahu sudah ada lubang. Saya keliling atas dasar perintah Pak Kabid untuk ngecek keluasan yang sudah tertanam,” ujar Casteja di TKP, dikutip dari TribunJabar, Senin (29/12/2025).

“Ternyata di antara perbatasan yang sudah tertanam itu ada lahan saya. Kok ada lubangnya gitu? Enggak ngasih tahu, enggak ada pemberitahuan apa-apa,” tambahnya.

3. Luas Lahan yang Dilubangi untuk Kelapa Sawit Mencapai 1.200 Meter Persegi

Casteja menambahkan, ia tidak pernah memiliki niat untuk menanam kelapa sawit.

Ia menerangkan, luas lahan miliknya mencapai 1,5 hektar. Namun, sekitar 1.200 meter persegi sudah ada lubang untuk penanaman kelapa sawit.

“Itu kan punya lahan saya. Enggak ada niatan untuk penanaman sawit. Cuma tahu-tahu ada lubang, seperti itu,” tandasnya.

“Kurang lebihnya cuma 1.200-an meter yang sudah terlubangi di lahan saya. Enggak tahu. Baru tahu itu tadi, pas dicek ternyata ada lubang gitu,” sambung Casteja.

4. Casteja Sempat Didatangi Perusahaan Perkebunan

Casteja mengaku sempat didatangi pihak perusahaan yang menawarkan kerja sama pengelolaan lahan.

Namun, tawaran tersebut langsung ia tolak karena masa kontrak yang dinilai terlalu panjang.

“Dari PT juga sudah ngajak ke saya. Tapi, kontraknya itu sekitar 30 tahun. Per bulannya katanya dapat Rp 4.000 per pohon untuk perawatan. Saya menolak,” jelasnya.

Casteja menambahkan, lahan tidak hanya menjadi aset ekonomi jangka pendek. Ia ingin memanfaatkan lahannya dengan cara yang selaras dengan alam.

Ia juga mengaku memiliki lahan di kawasan hutan yang rencananya akan digunakan untuk menanam buah-buahan.

5. Pengelolaan Kebun Sawit Bermitra dengan Badan Usaha

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa mengatakan, penanaman kelapa sawit di Cigobang sudah berlangsung selama tiga bulan.

Kendati demikian, pihaknya baru mengetahui ada kebun sawit di wilayah tersebut setelah melakukan monitoring.

Gandjar mengaku bahwa tidak ada koordinasi apa pun soal perubahan fungsi lahan menjadi kebun kelapa sawit.

“Yang Cirebon ini kita baru tahu karena dari dinas setempat tidak ada koordinasi mengenai ini,” ujar Gandjar dikutip dari TribunJabar, Selasa (30/12/2025).

Ia menambahkan, kebun kelapa sawit di Cigobang berada di lahan milik perorangan.

Namun, pengelolaannya bekerja sama dengan PT KCSM selaku badan usaha,

“Pak Gubernur sudah notice ada penanaman sawit di Cirebon. Memang kalau dilihat ke belakang sekitar bulan Februari awal, kita dapat informasi dari beberapa kabupaten ada pihak yang ingin menanam sawit tapi bukan masyarakat tapi PT Kelapa Ciung Sukses Makmur (KCSM),” jelas Gandjar.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang