Strategi MANU Bikin Lahan Tidur Jadi Ekosistem Pertanian yang Berkelanjutan

Ilustrasi pertanian
Ilustrasi pertanian

 PT Mekar Asta Nusantara (MANU) menegaskan, pembangunan ekosistem pertanian yang berkelanjutan terus didorong ke depannya. Karena itu pengembangan dan penyempurnaan program kemitraan perlu terus dilakukan agar manfaat yang dirasakan petani semakin optimal.

Chief Executive Officer MANU Evi Febriana memastikan pihaknya konsisten mengembangkan kemitraan pertanian berbasis agroforestri. Dengan pengalaman lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia pertanian, pendekatan dilakukan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem serta peningkatan kesejahteraan petani.

"Melalui program kemitraan MANU, produktivitas petani mitra meningkat, seiring dengan perluasan area tanam, pemanfaatan lahan hutan tidur, serta penerapan sistem budidaya yang lebih terstruktur," ujar Evi dikutip dari keterangannya, Rabu

Dengan kemitraan tersebut di amengatakan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dapat dikelola secara optimal dan memberikan nilai tambah bagi petani. MANU juga menghadirkan pendekatan pertanian modern melalui pendampingan berkelanjutan, mulai dari proses budidaya, pengelolaan pascapanen, hingga perluasan akses pasar.

Upaya ini didukung secara operasional oleh MEKAR (PT Mekar Investama Teknologi), khususnya dalam penguatan sistem pengelolaan, efisiensi proses, serta pengembangan ekosistem usaha tani berbasis teknologi. Evi menyampaikan bahwa panen perdana menjadi momentum penting bagi MANU untuk terus memperluas dampak kemitraan di sektor pertanian.

“Bagi kami, keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari hasil panen, tetapi dari bagaimana petani bisa tumbuh bersama kami. Menghidupkan lahan yang sebelumnya mati menjadi produktif adalah bagian dari komitmen MANU untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan dan berdampak nyata,” ujar Evi.

Ke depan, MANU berharap model kemitraan agroforestri ini dapat terus dikembangkan di Kabupaten Jember dan wilayah lainnya, dengan dukungan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan, sehingga mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Bersama GAPOKTANHUT Desa Seputih, MANU menggelar Panen Perdana Jagung Program Agroforestri di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bukti konkret kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam menghidupkan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi.

Wakil Bupati Jember Djoko Susanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif MANU yang dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertanian berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petani, khususnya di Kabupaten Jember. Kolaborasi antara petani dan MANU merupakan pola kemitraan yang patut diapresiasi dan dikembangkan ke depan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan,” ujar Djoko Susanto.