Update Banjir Padang Pariaman, Dampak, dan Wilayah yang Tergenang

Padang Pariaman, banjir padang pariaman, banjir padang pariaman hari ini, dampak banjir Padang Pariaman, wilayah tergenang banjir, cuaca ekstrem di padang pariaman, Update Banjir Padang Pariaman, Dampak, dan Wilayah yang Tergenang

Kondisi banjir di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, kembali memburuk setelah hujan deras masih mengguyur wilayah tersebut hingga Senin (24/11/2025).

Air yang sempat surut pada Minggu (23/11/2025) malam dilaporkan naik kembali dan merendam permukiman warga di 8 kecamatan.

Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir yang dipicu tingginya curah hujan itu menyebabkan debit air sejumlah sungai meluap.

Wilayah terdampak banjir Padang Pariaman

Wilayah terdampak meliputi 21 nagari yang berada di 8 kecamatan, yakni:

  1. Lubuak Aluang
  2. Sintuak Toboh Gadang
  3. Batang Anai
  4. Ulakan Tapakih
  5. 2x11 Anam Lingkuang
  6. Anam Lingkuang
  7. Nan Sabaris
  8. V Koto.

Dampak banjir Padang Pariaman

Padang Pariaman, banjir padang pariaman, banjir padang pariaman hari ini, dampak banjir Padang Pariaman, wilayah tergenang banjir, cuaca ekstrem di padang pariaman, Update Banjir Padang Pariaman, Dampak, dan Wilayah yang Tergenang

Ilustrasi banjir.

Sebanyak 3.076 kepala keluarga atau 9.228 jiwa terdampak.

Adapun 258 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik penampungan, antara lain mushala dan rumah warga yang tidak terdampak.

Banjir juga menimbulkan kerusakan material dalam skala besar, di antaranya yakni:

  • 3.076 rumah terendam
  • 2 rumah rusak
  • 138 hektare lahan pertanian terdampak
  • 26 hektare kebun terendam
  • 2 akses jalan mengalami kerusakan, termasuk jalan di depan RSUD Padang Pariaman
  • 1 jembatan
  • 1 bendungan
  • 2 saluran irigasi
  • 1sekolah dasar 

Ketinggian banjir Padang Pariaman

Ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi antara 30 hingga 150 sentimeter.

Petugas BPBD masih melakukan pendataan lanjutan dan monitoring kondisi di lapangan, mengingat hujan masih berlangsung.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan.

“Langkah-langkah kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan memangkas pohon yang rapuh, memeriksa kekuatan bangunan, menyimpan dokumen berharga dan peralatan elektronik penting di tempat yang aman, menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk tiga hari, serta memantau prakiraan cuaca dari sumber yang kredibel,” ucapnya, seperti dalam keterangan resminya, Senin (24/11/2025).

“Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, masyarakat hendaknya bersiap untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas terus memastikan penanganan darurat berjalan, termasuk membuka jalur distribusi bantuan dan mengevakuasi warga yang masih berada di lokasi berisiko.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.