Update Korban Bencana Sumatera: 1.090 Jiwa Meninggal Dunia

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB, Abdul Muhari menyebutkan bahwa jumlah korban bencana Sumatera yang meninggal dunia bertambah 19 jiwa pada Sabtu (20/12/2025).
"Artinya dari 1.071 jiwa meninggal dunia per kemarin (Jumat), hari ini total 1.090 jiwa korban meninggal dunia," ujarnya dalam konferensi pers dikutip dari kanal Youtube BNPB.
Rincian korban meninggal dunia akibat bencana Sumatera meliputi 472 jiwa di Aceh, 370 jiwa di Sumatera Utara (Sumut), dan 248 jiwa di Sumatera Barat (Sumbar).
Menurut Abdul, pihaknya masih terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan di tiga provinsi tersebut. Meskipun beberapa wilayah masih terbatas.
"Jadi itu Sumut dan Sumbar masih terbatas di beberapa sektor, sedangkan di Aceh enam kabupaten masih terus dioptimalkan untuk memastikan tidak ada lagi jasad yang masih ada di kawasan permukiman dan kawasan-kawasan terdampak," terangnya.
Korban Hilang Bertambah 1 Orang
Untuk korban yang masih dinyatakan hilang, jumlahnya bertambah satu jiwa, sehingga kini tercatat 186 jiwa. Meliputi 32 jiwa di Aceh, 72 jiwa di Sumut, dan 82 jiwa di Sumbar.
"Untuk korban hilang ini bertambah satu nama, data ini masih dinamis dan terus dimutakhirkan berdasarkan data yang dikumpulkan dari level kelurahan. Kelurahan juga dikumpulkan dari bawah, RT, RW, kampung, dusun, gampong," tandasnya.
Sementara untuk jumlah pengungsi per Sabtu (20/12/2025) mencapai 510.528 jiwa. Sehingga berkurang 16.000 pengungsi dari data Jumat (19/12/2025).
"Jadi untuk saudara-saudara kita di daerah terdampak, beberapa titik pengungsian yang sebelumnya dihuni warga, sudah ada yang kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan kawasan. Tetapi dalam kondisi saat ini kebutuhan makanan masih didukung oleh dapur umum," tukasnya.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini