Kisah Persahabatan Prabowo dan Raja Abdullah II yang Ternyata Sudah Terjalin 30 Tahun!

 Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein
 Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein

 Mubaligh Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menyoroti kedekatan Presiden Prabowo Subianto, dengan Raja Yordania Hasyimiah, Abdullah II ibn Al Hussein. 

Dalam pernyataannya, ia menggambarkan hubungan keduanya sebagai ikatan personal yang tumbuh jauh sebelum mereka menjadi pemimpin negara.

"Kedekatan ini berawal pada 1980-an ketika Prabowo, yang saat itu masih perwira muda, bertemu dengan Pangeran Abdullah di Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat. Keduanya menempuh pelatihan militer yang sama dan berbagi nilai dasar korps seperti disiplin, loyalitas, dan keberanian. Ikatan yang muncul di masa itu kemudian membentuk hubungan mereka hingga kini," kata Gus Miftah dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu 15 November 2025.

Gus Miftah

Hubungan tersebut, sambung Miftah berlanjut setelah pendidikan militer. Ketika Prabowo menghadapi masa sulit pada 1998, Yordania, di bawah Raja Hussein memberikan tempat baginya untuk bernaung. Raja Abdullah II kemudian mengenang bagaimana ayahnya menerima Prabowo bukan sekadar tamu, tetapi sebagai “saudara.”

Kini, ketika keduanya telah memimpin negara masing-masing, ikatan personal yang terbentuk puluhan tahun silam menjadi modal diplomatik yang kuat. Pertemuan Prabowo dan Raja Abdullah II, baik di Amman pada April 2025 maupun di Jakarta pada November 2025, disebut bukan hanya agenda kenegaraan, tetapi pertemuan dua sahabat lama yang kini berada di posisi strategis.

Kunjungan Raja Abdullah II ke Jakarta baru-baru ini memperlihatkan kehangatan tersebut. Pertukaran penghargaan tertinggi antara Indonesia dan Yordania menjadi simbol kedekatan yang melampaui hubungan bilateral formal. Gestur Raja Abdullah II yang sempat menyopiri langsung Prabowo saat berada di Amman juga disebut Gus Miftah sebagai bukti hubungan yang lebih personal.

Dalam konteks geopolitik, terutama terkait krisis Gaza, kedekatan kedua pemimpin dinilai memberi dampak besar. Indonesia dan Yordania sama-sama berada di garis depan dalam mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka. Menurut Gus Miftah, hubungan personal itu memungkinkan koordinasi yang lebih padu dalam mendorong solusi damai.

Kerja sama kedua negara juga meluas ke bidang pertahanan. Ketika masih menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo menghadiri konferensi tanggap darurat Gaza di Yordania pada Juni 2024. Dalam kesempatan itu, ditandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan militer bersama. Gus Miftah menilai langkah ini sebagai diplomasi yang “melestarikan nilai-nilai lama yang baik” sembari “menerapkan nilai-nilai baru yang lebih baik.”

"Relasi Prabowo dan Raja Abdullah II memperlihatkan bagaimana hubungan personal dapat memperkuat kerja sama antarnegara. Ikatan yang terbentuk sejak masa muda di barak militer itu kini menjadi jembatan bagi kepentingan bersama, termasuk upaya menjaga perdamaian di kawasan," pungkasnya.