Cisco Rilis Unified Edge, Platform untuk Jalankan AI Langsung di Lokasi Data Dibuat
Cisco resmi memperkenalkan Cisco Unified Edge, platform komputasi edge baru yang dirancang untuk membantu perusahaan memproses teknologi AI langsung di lokasi data dibuat. Misalnya di toko ritel, pabrik, kantor, hingga rumah sakit.
Cisco Unified Edge hadir sebagai solusi untuk kebutuhan AI yang semakin besar, terutama Agentic AI dan inferensi real-time yang membutuhkan pemrosesan sangat cepat.
Dengan Unified Edge, pemrosesan AI yang sebelumnya dilakukan di pusat data kini bisa dilakukan langsung di lokasi operasional.
Hal ini penting dalam berbagai skenario. Di pabrik, misalnya, AI dapat memantau dan memastikan kualitas produksi secara real-time tanpa harus menunggu data dikirim ke pusat.
Atau di sektor perbankan, AI bisa dijalankan di layanan digital dengan lebih aman lewat pemrosesan langsung di kantor cabang untuk mempercepat respons pelanggan.
Kemudian di sektor ritel, AI dapat memproses data transaksi atau perilaku pelanggan secara langsung di toko untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan memindahkan proses komputasi lebih dekat ke sumber data, perusahaan bisa mendapatkan hasil pemrosesan lebih cepat tanpa harus mengirim data "bolak-balik" ke data center.
Infrastruktur lama sudah tak lagi memadai
Unified Edge hadir sebagai solusi untuk kebutuhan AI yang semakin besar, terutama AI agentik (Agentic AI) dan inferensi real-time, yang membutuhkan pemrosesan sangat cepat.
Menurut Cisco, lebih dari separuh proyek AI saat ini terhambat karena kurangnya infrastruktur yang memadai. Sementara itu, sekitar 75 persen data perusahaan pada tahun ini diperkirakan akan dibuat dan diproses di edge.
Perubahan perilaku AI dari pelatihan model di pusat data ke pemrosesan real-time, juga akan membuat sistem data center tradisional kewalahan. Agentic AI misalnya, bisa menghasilkan lalu lintas jaringan hingga 25 kali lebih besar dari chatbot biasa.
"Infrastruktur terkini tidak dapat memenuhi permintaan untuk menjalankan AI dalam skala besar," kata Jeetu Patel, President & Chief Product Officer Cisco dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.
"Seiring dengan berkembangnya agen dan pengalaman AI, keduanya akan secara alami hadir lebih dekat ke lokasi interaksi pelanggan dan pengambilan keputusan. Di sanalah komputasi harusnya berada," kata Patel.
Cisco merancang Unified Edge sebagai platform yang fleksibel dan siap mengikuti perkembangan kebutuhan AI di masa depan. Sistem ini dibuat agar perusahaan tidak perlu terus-menerus mengganti perangkat setiap kali teknologi AI berkembang.
Dengan desain modular, platform Unified Edge dapat menampung berbagai konfigurasi komputasi mulai dari CPU untuk aplikasi ringan hingga GPU untuk beban kerja AI yang berat.
Selain itu, pengelolaan platform ini dibuat sesederhana mungkin. Unified Edge mendukung instalasi otomatis tanpa campur tangan langsung (zero-touch), sehingga mempercepat proses penyebaran sistem di banyak lokasi.
Cisco juga menyediakan blueprint yang telah tervalidasi agar perusahaan tidak perlu memulai perencanaan dari awal. Cisco menerapkan keamanan berlapis dengan prinsip zero trust untuk memastikan seluruh proses AI tetap terlindungi di dalam platform.
Cisco Unified Edge sendiri sudah bisa dipesan mulai hari ini, dan rencananya akan tersedia luas pada akhir 2025.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.