Prabowo Bakal Lantik Komite Reformasi Polri Hari Ini

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

 Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bakal melantik komite reformasi Polri pada Jumat, 7 November 2025.

"Betul nanti jam 16.00 akan ada pelantikan Komite Reformasi Polri. Tetapi, siapa saja yang akan dilantik, saya belum tahu. Saya memang diundang hadir ke acara itu, tetapi belum tahu apa akan dilantik atau tidak. Nanti didengarkan saja ketika keppres (keputusan presiden) dibacakan," kata Yusril kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 7 November 2025.

Sementara, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan mengatakan bahwa ada 9 orang anggota Komite Reformasi Polri yang akan dilantik oleh Presiden Prabowo.

"Saya dengar ada 9 orang (yang akan dilantik). Tapi, persisnya belum tahu," kata dia.

Sejumlah tokoh pun sudah merapat ke Istana Merdeka. Di antaranya yaitu, Penasihat khusus bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan Reformasi Polri Ahmad Dofiri, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Menteri Dalam Negeri sekaligus Kapolri Periode 2016–2019 Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.

Kemudian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Periode 2019–2024 sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2008–2013 Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2003–2008 Jimly Asshiddiqie, dan Kapolri Periode 2015–2016 Jenderal Pol. (Purn.) Badrodin H.

Diketahui, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa 9 nama yang akan menjadi anggota Komite Reformasi Kepolisian sudah selesai disusun. Susunannya akan diumumkan secepatnya.

"Sudah (selesai). Tinggal menunggu diumumkan. Anggota kurang lebih sembilan orang," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2025.

Dia mengungkapkan, 9 orang anggota komite tersebut terdiri dari banyak latar belakang profesi. Mereka, kata Prasetyo, dinilai memiliki kemampuan di bidang hukum dan kepolisian.