Siapa Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York yang Memenangi Pemilihan 2025?

Zohran Mamdani, New York, siapa Zohran Mamdani, Pemilihan 2025, wali kota muslim pertama New York, Siapa Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York yang Memenangi Pemilihan 2025?, Siapa Zohran Mamdani?, Prinsip dan Kebijakan Zohran Mamdani, Kritik terhadap Zohran Mamdani, Jabatan Wali Kota New York: Posisi Esensial bagi Kota dan Dunia

Politisi muda Zohran Mamdani mencetak sejarah pada Pemilihan Wali Kota New York yang berlangsung pada Selasa (4/11/2025). 

Zohran Mamdani yang berusia 34 tahun ini menjadi wali kota muslim pertama di New York City, serta keturunan Asia Selatan pertama. 

Ia juga merupakan orang termuda dalam satu abad terakhir yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat. 

Kemenangan diperoleh dengan 50,4 persen suara dari 97 persen suara yang masuk, bahkan NBC News memproyeksikan kemenangan besar Mamdani dengan raihan hingga 60 persen suara. 

Sebagai politisi dari Partai Demokrat, ia dikenal sebagai "mimpi terburuk" bagi Presiden AS Donald Trump.

Lantas siapa Zohran Mamdani yang telah memenangi kontestasi Wali Kota New York City. 

Siapa Zohran Mamdani?

Zohran Mamdani lahir di Uganda dari keluarga keturunan India. 

Ibunya, Mira Nair, adalah sutradara film India-Amerika yang diakui secara internasional, sedangkan ayahnya, Mahmood Mamdani, adalah seorang akademisi asal Uganda kelahiran India. 

Keluarga Mamdani sempat tinggal di Afrika Selatan sebelum akhirnya menetap di New York saat Zohran berusia tujuh tahun. 

Mamdani menggambarkan masa kecilnya sebagai pengalaman "istimewa", meskipun ia mengakui bahwa kehidupannya berbeda dari kebanyakan anak-anak New York pada umumnya.

Karier politik Mamdani berkembang pesat. Pada tahun 2020, ia terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York, meskipun awalnya ia dianggap sebagai calon yang tidak memiliki peluang besar. 

Namun, kemenangan telaknya atas mantan Gubernur Andrew Cuomo dengan perolehan 56,4 persen suara membuktikan sebaliknya.

Di luar dunia politik, Mamdani adalah penggemar hip-hop dan juga penggemar berbagai tim olahraga, seperti New York Mets (baseball), New York Giants (football Amerika), serta klub sepak bola Inggris Arsenal.

Prinsip dan Kebijakan Zohran Mamdani

Sebagian besar gagasan politik Mamdani berakar dari pengalamannya sebelum terjun ke dunia politik, yakni membantu warga berpenghasilan rendah untuk menghindari pengusiran dari rumah mereka. 

Dalam laporan Deutsche Bank 2025, New York dinobatkan sebagai kota dengan biaya sewa pusat kota termahal di dunia, dengan harga apartemen tiga kamar mencapai 8.500 dolar AS (sekitar Rp 142 juta) per bulan.

Di tengah kondisi ini, Mamdani menyerukan untuk membekukan kenaikan harga sewa, memperketat regulasi bagi tuan tanah swasta, dan meningkatkan ketersediaan rumah terjangkau. 

Selain itu, sebagai anggota Democratic Socialists of America, ia mendorong penerapan pajak tetap 2 persen untuk warga berpenghasilan di atas 1 juta dolar AS (sekitar Rp 16,7 miliar) per tahun. 

Ia juga mendukung peningkatan pajak perusahaan, transportasi bus gratis, upah minimum 30 dolar AS per jam (sekitar Rp 465.000), dan perluasan layanan penitipan anak publik.

"Kita harus berbicara dengan bahasa yang bisa dipahami semua orang—yang membuat mereka merasa terwakili," ujar Mamdani kepada New Statesman. 

"Partai Demokrat sering bicara soal demokrasi, tetapi bila seseorang bahkan tak mampu membayar biaya hidup di kota yang ia sebut rumah, maka nilai-nilai itu terasa jauh dari jangkauan," tegasnya. 

Kritik terhadap Zohran Mamdani

Sebagai seorang politisi dengan pandangan jauh lebih kiri dibandingkan kebanyakan politikus di AS, Mamdani menghadapi kritik tajam. 

Beberapa pihak menganggap sosialisme yang diusungnya terlalu ekstrem, bahkan di kota liberal seperti New York. 

"Ketakutan terhadapnya serupa dengan yang dulu dimiliki banyak orang terhadap Presiden AS Donald Trump," ujar mantan Gubernur New York, David Paterson.

Mamdani juga menghadapi kritik terkait dukungannya terhadap hak-hak rakyat Palestina, yang memicu ketegangan di kota dengan populasi Yahudi terbesar di luar Israel. 

"Saya meyakini Zohran Mamdani berbahaya bagi komunitas Yahudi di New York," kata Rabbi Elliot Cosgrove dari Park Avenue Synagogue. 

Namun, pandangan ini tidak mewakili seluruh komunitas Yahudi di New York—beberapa di antaranya malah memberikan dukungan kepada Mamdani. 

Di kalangan bisnis, kekhawatiran juga muncul, dengan investor Bill Ackman mengkritik kebijakan "antibisnis" Mamdani yang menurutnya dapat membunuh lapangan kerja dan membuat perusahaan-perusahaan hengkang.

Jabatan Wali Kota New York: Posisi Esensial bagi Kota dan Dunia

New York, dengan populasi hampir 8,5 juta jiwa dan sekitar 65 juta pengunjung per tahun, adalah pusat budaya dan keuangan dunia. 

Sebagai wali kota, Mamdani akan memimpin sebuah kota dengan anggaran 116 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,9 kuadriliun) yang mencakup kewenangan di bidang pendidikan, keamanan publik, dan kebijakan sosial. 

Mengingat ukuran dan pengaruh global New York, posisi wali kota ini adalah panggung politik yang memiliki dampak jauh di luar batas kota.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Zohran Mamdani Selangkah Lagi Jadi Wali Kota New York, Perolehan Suara di Atas 50 Persen. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.