Wacana Baru dari Prabowo: Bangun Kereta Cepat Whoosh hingga Banyuwangi

Di tengah polemik utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, Presiden Prabowo Subianto mengemukakan wacana perpanjangan jalur hingga Banyuwangi.
Hal itu disampaikannya usai peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
"Insyaallah, Insyaallah. Saya minta tidak hanya Surabaya. Banyuwangi. Banyuwangi (Kereta Cepat sampai Banyuwangi)," kata Prabowo dikutip dari Kompas.com.
Menurut Kepala Negara, pembangunan kereta cepat Whoosh tidak cukup hanya sampai Surabaya seperti yang sebelumnya telah direncanakan.
"Banyuwangi. Surabaya itu zaman dulu. Sekarang Banyuwangi," ucap Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo meminta publik tidak meributkan lagi polemik utang Whoosh. Sebab, ia akan mengambil tanggung jawab tersebut.
"Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun," katanya.
Kereta Cepat hingga Surabaya Masih Belum Jelas
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa penyelesaian utang Whoosh tidak boleh menjadi penghalang kelanjutan rencana pembangunan kereta cepat hingga Surabaya.
"Memang utang yang harus segera diselesaikan ini juga tidak boleh kemudian menghambat rencana besar kita untuk mengembangkan konektivitas berikutnya, tadi Jakarta sampai dengan Surabaya," ujar AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (20/10/2025), dikutip Antara.
Sebelumnya, AHY juga mengaku terus berkomunikasi dengan CEO Danantara Rosan Roeslani terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.
Menurut dia pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kereta Cepat Jakarta-Surabaya juga belum dilakukan karena pemerintah masih mematangkan persiapannya.
"Belum, masih terus kita matangkan dulu. Kita ingin memastikan dari semua stakeholders kita, tentunya domain utamanya di Kementerian Perhubungan. Dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian, tapi juga dengan Danantara. Karena memang bicara penganggaran yang tidak sedikit ini juga perlu dirumuskan bareng-bareng," jelas AHY usai menghadiri Green Initiative Conference di Jakarta, Senin (18/9/2025), dikutip dari Kompas.com.
Diberitakan sebelumnya, kelanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya sampai saat ini belum menemui titik terang.
Terbaru, proyek ini baru masuk joint study antara pemerintah Indonesia dan China.
Proyek perpanjangan kereta cepat Jakarta-Surabaya telah masuk ke dalam program pengembangan jaringan dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor KM 296 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Nasional.
Proyek ini juga sudah memiliki master plan kereta cepat dari Jakarta sampai Surabaya dalam Sistem Transportasi Nasional. Besarnya dana investasi jadi alasan proyek ini masih terkatung-katung.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan saat ini proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya masih terus dikaji oleh pemerintah, terutama soal pendanaan.
Belajar dari pengalaman pahit proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pemerintah bersikeras tak mau menggunakan APBN.
"Bahwa ada keinginan untuk memperpanjang, iya. Kita punya keinginan melanjutkan dari Bandung, kemudian dilanjutkan ke Surabaya. Yang jelas kita harapkan tidak mau menggunakan APBN," ujarnya saat diskusi dengan media di Jakarta, dikutip pada Kamis (10/7/2025).
artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "" dan "Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Butuh Dana Besar, AHY Terus Komunikasi dengan Danantara"
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.