Panggil Ignasius Jonan, Prabowo Bahas Polemik Whoosh
Presiden RI, Prabowo Subianto mengungkapkan isi pembahasannya dengan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat bertemu di Istana Kepresidenan pada Senin, 3 November 2025.
Prabowo mengaku dalam pertemuan itu, ia bertukar pandangan dengan Jonan selaku tokoh bangsa.
"Ya, kita tukar-menukar pandangan, ya. Beliau, saya kira, tokoh. Tokoh bangsa," ucap Prabowo kepada wartawan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 4 November 2025.
Prabowo menyebut salah satu hal yang dibahas yaitu mengenai kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
mantan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan
"Ya, kita bicara selalu (soal Whoosh)," ucap Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan ini mengaku senang dapat bertemu dan saling menukar padangan dengan Ignasius Jonan.
"Jadi, saya senang selalu ketemu dan tukar-menukar pandangan dalam banyak hal," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Perhubungan RI 2014-2016 Ignasius Jonan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 November 2025.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diinisiasi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan diwarnai dengan diskusi hangat mengenai berbagai program pemerintah, khususnya yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Usai pertemuan, Ignasius Jonan menyampaikan bahwa kedatangannya ke Istana Merdeka bertujuan untuk berbagi pandangan dan memberikan masukan kepada Presiden Prabowo sebagai warga negara.
“Kami sebenarnya memang juga minta waktu untuk sharing lah gitu sebagai rakyat, sebagai warga negara itu berdiskusi tentang program-program yang dijalankan oleh beliau selama ini. Puji Tuhan beliau berkenan untuk mendengarkan dan berdiskusi serta menerima beberapa masukan,” ujar Jonan.
Jonan menilai program prioritas Presiden Prabowo memiliki dampak positif bagi masyarakat kecil dan mendukung pemerataan ekonomi nasional.
Kereta Cepat Whoosh
Ia secara khusus menyoroti kebijakan Presiden dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), dan Sekolah Rakyat yang menurutnya merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap keadilan sosial.
“Program-program yang sifatnya kerakyatan seperti keberpihakan kepada keadilan sosial, kalau menurut saya ya, itu misalnya MBG, ada Kopdes Merah Putih, lalu Sekolah Rakyat, yang multiplier effect ekonominya menurut saya secara perlahan mungkin akan tumbuh,” kata Jonan.