Harga Emas Melonjak 11,97 Persen, Jadi Pendorong Utama Inflasi Oktober 2025

emas perhiasan, Badan Pusat Stastistik (BPS), kenaikan harga emas, inflasi oktober 2025, Harga Emas Melonjak 11,97 Persen, Jadi Pendorong Utama Inflasi Oktober 2025

 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya lonjakan signifikan pada harga emas perhiasan sepanjang Oktober 2025.

Berdasarkan data inflasi bulanan (month-to-month/mtm), harga emas perhiasan naik hingga 11,97 persen dan menjadi kenaikan tertinggi dalam kurun waktu 26 bulan terakhir. Lonjakan ini berpengaruh besar terhadap inflasi nasional bulan tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa peningkatan harga emas perhiasan memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi kelompok utama penyumbang inflasi pada Oktober 2025 dengan tingkat inflasi dan andil inflasi masing-masing sebesar 3,05 persen dan 0,21 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar pada kelompok ini adalah komoditas emas perhiasan,” ujar Pudji di Jakarta, Senin (3/11/2025) dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa tren kenaikan harga emas perhiasan sudah berlangsung cukup lama. Berdasarkan catatan BPS, harga emas perhiasan terus meningkat selama 26 bulan berturut-turut.

Hal ini mengindikasikan adanya permintaan tinggi dari masyarakat, disertai dengan kenaikan harga emas global yang masih berlanjut hingga akhir 2025.

Pudji menjelaskan bahwa faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global, pelemahan nilai tukar mata uang, serta tingginya permintaan terhadap aset aman (safe haven) turut mendorong kenaikan harga emas.

Emas perhiasan, yang biasanya dijadikan pilihan investasi oleh masyarakat, menjadi salah satu penyumbang inflasi utama dalam beberapa bulan terakhir.

Bagaimana Komponen Energi Mempengaruhi Inflasi?

Selain emas, BPS juga mencatat adanya pengaruh dari komponen energi terhadap inflasi pada Oktober 2025.

Komponen energi tersebut termasuk dalam kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), komponen energi mencatat inflasi sebesar 0,36 persen, dengan kenaikan indeks harga dari 106,93 pada Oktober 2024 menjadi 107,32 pada Oktober 2025.

Dampak dari peningkatan ini mendorong kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi tahunan sebesar 1,59 persen, dengan andil inflasi 0,25 persen.

Kenaikan harga sejumlah komoditas energi, terutama pada subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga, turut memberikan kontribusi terhadap inflasi.

Subkelompok tersebut mencatat inflasi tahunan sebesar 0,52 persen, mencerminkan adanya tekanan dari sisi kebutuhan energi rumah tangga yang meningkat.

Bagaimana Kondisi Inflasi Nasional pada Oktober 2025?

Secara keseluruhan, BPS mencatat inflasi nasional pada Oktober 2025 mencapai 0,28 persen secara bulanan.

Pudji Ismartini menjelaskan bahwa hal ini terlihat dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,04 pada Oktober 2025.

“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,04 pada Oktober 2025,” kata Pudji. Dengan demikian, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,86 persen (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 2,10 persen.

Kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor dominan di tengah stabilnya harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok lainnya.

Meskipun inflasi secara umum masih berada dalam rentang aman, tren peningkatan harga emas menjadi catatan penting bagi pengendalian harga di sektor non-pangan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.