Emas Pemicu Utama Inflasi 2025 di Sulsel, Beras Jadi Faktor Kedua
Emas terus menjadi pemicu utama inflasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak Januari hingga Oktober 2025, dengan fluktuasi harga emas di pasaran yang memengaruhi laju inflasi di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan bahwa harga emas tetap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi inflasi, diikuti oleh komoditas beras.
"Emas masih menjadi pemicu utama inflasi di Sulsel, kemudian beras," ujar Rizki dalam konferensi pers di Makassar, Selasa (18/11/2025), dikutip Antara.
Inflasi Sulawesi Selatan Tetap Terkendali
Meski harga emas mengalami fluktuasi, secara umum inflasi di Sulawesi Selatan tetap terkendali.
Inflasi pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,10 persen (month-to-month), sedikit menurun dibandingkan dengan angka 0,17 persen pada bulan September 2025.
Angka ini berada di bawah target indikatif inflasi yang sebesar 0,29 persen.
Rizki juga menjelaskan bahwa inflasi year-to-date (ytd) masih berada di bawah target indikatif, dengan angka 2,98 persen, yang menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
"Secara tahunan, pemicu inflasi Sulsel itu emas yang selalu muncul rangking pertama, sedang beras ranking kedua," tambah Rizki.
Faktor Penyebab Inflasi: Emas dan Beras
Rizki mengungkapkan bahwa tantangan besar dalam mengendalikan inflasi adalah fluktuasi harga emas yang sulit diprediksi, sementara beras, meski juga memengaruhi inflasi, masih dapat dikendalikan.
"Kalau emas tidak bisa kita kendalikan, kalau beras kita bisa," jelasnya.
Pada Oktober 2025, harga emas global tercatat mengalami lonjakan signifikan, yang berimbas pada kenaikan inflasi domestik, termasuk di Sulawesi Selatan.
Kondisi ini membuat inflasi di wilayah tersebut cenderung lebih tinggi, terutama akibat harga emas yang melonjak di pasar global.
Komoditas Pangan dan Inflasi
Selain emas, beberapa komoditas pangan juga turut memberikan andil terhadap inflasi, terutama daging ayam ras dan telur ayam ras.
Kenaikan harga kedua komoditas ini disebabkan oleh meningkatnya biaya input produksi, khususnya harga jagung yang digunakan sebagai pakan ternak.
Meski demikian, inflasi di Sulawesi Selatan masih dapat ditahan berkat deflasi yang terjadi pada beberapa komoditas utama, seperti tomat dan beras.
Deflasi ini membantu menyeimbangkan dampak kenaikan harga lainnya dan menjaga angka inflasi agar tetap stabil.
Harga Emas dan Komoditas Terkini di Pasaran
Pantauan harga emas melalui laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS dan Galeri24, misalnya, tercatat mengalami penurunan pada Rabu (19/11/2025).
Harga jual emas Galeri24 turun signifikan dari harga sebelumnya yang mencapai Rp2.418.000 per gram menjadi Rp2.383.000 per gram.
Sementara harga emas UBS juga turun menjadi Rp2.385.000 per gram, setelah sebelumnya tercatat Rp2.422.000 per gram.
Namun, berbeda dengan UBS dan Galeri24, harga emas Antam menunjukkan tren kenaikan pada hari yang sama.
Mengacu pada data di laman resmi Logam Mulia pada pukul 09.30 WIB, harga emas batangan Antam naik sebesar Rp21.000, menjadi Rp2.343.000 per gram, dari harga sebelumnya Rp2.322.000 per gram.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 19 November 2025: UBS dan Galeri24 Anjlok Capai Rp 2,3 Juta-an
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.