Inflasi di Jateng Naik 0,40 Persen pada Oktober 2025, Dipicu Lonjakan Harga Emas, Telur, dan Cabai

inflasi, BPS Jateng, kenaikan inflasi, Makan Bergizi Gratis, Inflasi di Jateng Naik 0,40 Persen pada Oktober 2025, Dipicu Lonjakan Harga Emas, Telur, dan Cabai, Kenaikan Inflasi dan Indeks Harga Konsumen, Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi, Harga Telur, Cabai, dan Ayam Ikut Melonjak, Kenaikan Tarif Kereta Api Turut Dorong Inflasi

Inflasi pada bulan Oktober 2025 di Jawa Tengah tercatat meningkat seiring naiknya harga sejumlah komoditas pangan dan juga harga emas.

Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup kuat di beberapa sektor kebutuhan masyarakat.

Sehingga, upaya Pemprov Jateng dalam menjaga stabilitas harga untuk menekan angka inflasi dianggap penting karena dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, salah satu faktor yang turut mempercepat laju inflasi adalah berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kenaikan Inflasi dan Indeks Harga Konsumen

BPS Jateng melaporkan inflasi Oktober 2025 sebesar 0,40 persen secara bulanan (month to month/mtm) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,22.

Secara tahunan, inflasi Oktober 2025 terhadap Oktober 2024 mencapai 2,86 persen (year on year/yoy), sedangkan inflasi tahun kalender berada di angka 2,01 persen.

Plt Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan lonjakan permintaan terhadap sejumlah bahan pangan menjadi faktor pendorong utama inflasi, terutama akibat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Permintaan telur ayam ras dan daging ayam ras meningkat sejalan dengan pelaksanaan program MBG. Komoditas ini menjadi bagian dari menu program," terang Endang dalam konferensi pers, Senin (3/10/2025).

Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi

Dari sisi kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan inflasi 2,96 persen dan andil 0,21 persen.

Sementara, kenaikan harga emas perhiasan juga menjadi penyebab utama lonjakan pada kelompok ini, seiring tren kenaikan harga emas dunia.

"Harga emas internasional terus mengalami kenaikan. Kalaupun turun, posisinya masih tetap tinggi. Ini mendorong inflasi di Jateng," jelas Endang.

Komoditas emas perhiasan bahkan menjadi penyumbang utama inflasi Oktober 2025 sebesar 0,19 persen, dengan kenaikan harga tercatat di sembilan kabupaten/kota.

Kota Semarang dan Surakarta mencatat kenaikan tertinggi, dengan persentase kenaikan antara 13–16 persen.

"Emas perhiasan memberikan andil 0,19 persen. Artinya, separo inflasi secara month to month adalah andil dari perhiasan," ujarnya.

Harga Telur, Cabai, dan Ayam Ikut Melonjak

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tertinggi kedua dengan inflasi 0,57 persen dan andil 0,17 persen.

Kenaikan harga terutama terjadi pada telur ayam ras, cabai merah, dan daging ayam ras.

Setelah emas, tiga komoditas penyumbang inflasi utama tersebut masing-masing memberi andil yaitu telur ayam ras sebesar 0,07 persen, cabai merah sebesar 0,05 persen, dan daging ayam ras sebesar 0,01 persen.

Harga telur ayam ras naik 6–9 persen, terutama di Kabupaten Wonogiri dan Rembang.

Sementara cabai merah meningkat 12–26 persen, dengan kontribusi inflasi tertinggi di Rembang.

Adapun daging ayam ras mengalami kenaikan harga di tujuh kabupaten/kota, dengan lonjakan tertinggi di Kabupaten Wonosobo.

Kenaikan Tarif Kereta Api Turut Dorong Inflasi

Selain bahan pangan dan emas, kelompok transportasi juga memberi andil terhadap inflasi, dengan komoditas tarif kereta api menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen.

Kenaikan ini disebabkan berakhirnya masa diskon tarif kereta api yang membuat tarif kembali normal.

Kenaikan tarif tersebut terjadi di lima kabupaten/kota dengan kisaran 3–9 persen, dan tertinggi di Purwokerto.

"Kelompok transportasi memberikan sumbangan inflasi, utamanya diskon tarif kereta api yang sudah berakhir sehingga sekarang kembali normal," ucap Endang.

Sebagai catatan, pengertian Inflasi menurut konsep BPS adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum, barang dan jasa tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat atau turunnya daya jual mata uang suatu negara.

Dalam penghitungan inflasi terdapat istilah IHK (Indeks Harga Konsumen) yang artinya suatu indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dalam suatu periode dari suatu kumpulan barang dan jasa yang dikonsumsi oleh penduduk/rumah tangga dalam kurun waktu tertentu.

BPS secara rutin melakukan survei guna mengumpulkan data harga dari berbagai macam barang dan jasa yang dinilai mewakili belanja konsumsi masyarakat.

data itu kemudian dipakai untuk menghitung tingkat inflasi dengan membandingkan harga-harga saat ini dengan periode sebelumnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul "Inflasi Jawa Tengah Oktober 2025 Tembus 0,40 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Emas dan Telur Ayam".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.