Bisnis Retail dan UMKM Jadi Pendorong Utama Lonjakan Logistik Antar Wilayah
Perkembangan teknologi digital turut mengubah cara pelaku usaha mengelola distribusi barang. Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan kebutuhan pengiriman yang lebih cepat, layanan logistik berbasis aplikasi kini semakin banyak dimanfaatkan untuk mendukung operasional bisnis lintas wilayah.
Tren tersebut terlihat dari meningkatnya penggunaan layanan pengiriman jarak jauh yang dinilai lebih praktis dan fleksibel, terutama bagi pelaku usaha retail dan wholesale. Selain mempermudah distribusi barang, digitalisasi logistik juga membantu bisnis menekan biaya operasional tanpa perlu menambah armada kendaraan sendiri.
Salah satunya, Lalamove Indonesia, yang mencatat pertumbuhan pengiriman jarak jauh sebesar 47 persen secara tahunan (year-on-year) pada periode Januari–April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi antar wilayah seiring mobilitas bisnis yang semakin tinggi.
Perusahaan menyebut layanan pengiriman jarak jauh kini menjadi salah satu solusi logistik yang banyak digunakan pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional. Penggunaan layanan ini dinilai mampu mengurangi beban biaya seperti bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga pengelolaan armada internal.
“Pertumbuhan pengiriman jarak jauh menunjukkan bahwa kebutuhan logistik kini semakin berkembang, tidak hanya untuk pengiriman instan dalam kota, tetapi juga untuk mendukung distribusi antar-wilayah dengan lebih efisien,” kata Andito B. Prakoso, Managing Director Lalamove Indonesia, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Kamis, 28 Mei 2026.
Berdasarkan data internal perusahaan, mayoritas pengiriman jarak jauh berada pada rentang 50–80 kilometer dengan kontribusi sebesar 78 persen dari total pengiriman. Sementara pengiriman dengan jarak 80–100 kilometer menyumbang 9 persen dan pengiriman di atas 100 kilometer mencapai 13 persen.
Adapun rute pengiriman yang paling banyak digunakan meliputi Jakarta–Kota Tangerang, Jakarta–Cikarang, dan Jakarta–Bandung. Tingginya aktivitas distribusi di jalur tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kebutuhan logistik di kawasan penyangga kota besar dan pusat ekonomi.
Pertumbuhan aktivitas perdagangan serta perkembangan UMKM di berbagai daerah juga disebut mendorong meningkatnya kebutuhan distribusi cepat antar wilayah. Kondisi ini membuat layanan logistik berbasis digital semakin dibutuhkan untuk menjaga kelancaran rantai pasok dan pengiriman barang.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan menyediakan berbagai pilihan armada mulai dari sedan, van, hingga pickup bak. Berdasarkan data perusahaan, pickup bak menjadi jenis kendaraan yang paling banyak digunakan untuk pengiriman jarak jauh dengan kontribusi sebesar 27 persen. Posisi berikutnya ditempati van sebesar 22 persen dan sedan sebesar 21 persen.
Dari sisi sektor usaha, kategori retail dan wholesale tercatat menjadi pengguna terbesar layanan pengiriman jarak jauh. Tren ini menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang membutuhkan solusi logistik praktis dan fleksibel untuk mendukung aktivitas distribusi barang sehari-hari.
Angga, pengusaha distributor makanan dan kebutuhan rumah tangga asal Bekasi yang menggunakan layanan tersebut sejak 2022. Ia mengaku layanan pengiriman digital membantu bisnisnya menekan biaya operasional.
Selain menyediakan pilihan armada yang beragam, perusahaan juga menghadirkan fitur pembayaran tol langsung melalui aplikasi. Fitur tersebut ditujukan untuk mempermudah proses pengiriman lintas wilayah agar lebih praktis dan transparan bagi pengguna.
Ke depan, meningkatnya mobilitas bisnis dan aktivitas distribusi diperkirakan akan terus mendorong kebutuhan layanan logistik digital di Indonesia. Perusahaan pun menyatakan akan terus menghadirkan solusi logistik yang relevan dengan kebutuhan pasar dan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis.