Ekonomi RI Makin Ditopang Sektor Keuangan, OJK: Rasio Aset & Produk Tembus 184% dari PDB

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat melakukan Edukasi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat, 9 Agustus 2024
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat melakukan Edukasi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat, 9 Agustus 2024

Pjs. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari alias Kiki menyampaikan, kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional sampai saat ini semakin terus meningkat.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan di acara webinar 'Economic Outlook 2026', yang digelar oleh OJK Institute secara virtual.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hal ini (peningkatan kontribusi sektor keuangan) misalnya tercermin dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia, yang saat ini sudah mencapai 184 persen dari PDB Indonesia," kata Kiki, Kamis, 19 Februari 2026.

Friderica Widyasari Dewi (Tengah).

Dia menjelaskan, perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya peran pasar modal dalam pembiayaan perekonomian nasional, serta semakin luasnya diversifikasi produk keuangan yang tersedia bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Kiki mengakui, struktur perekonomian domestik saat ini masih bersifat bank led atau banyak didominasi oleh sektor perbankan, dimana intermediasi sektor keuangan juga masih didominasi oleh sektor perbankan tersebut.

"Maka upaya-upaya untuk melakukan pendalaman pasar keuangan, saat ini memang menjadi salah satu fokus utama OJK," ujarnya.

Langkah-langkah pendalaman pasar keuangan itu antara lain dengan meningkatkan peran pasar modal, mendiversifikasi sumber pembiayaan, serta mengurangi risiko maturity and funding mismatch dalam sistem keuangan nasional di Tanah Air.

Karenanya, Kiki berharap bahwa upaya pemerintah dan pihak regulator untuk menggerakkan reformasi struktural di pasar modal Indonesia, bisa benar-benar terlaksana dengan baik dan sesuai target supaya bisa turut mendukung upaya pendalaman pasar keuangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena tentunya kita juga mengikuti dinamika (pasar modal) terkini, yang juga menggarisbawahi keniscayaan reformasi struktural di pasar modal Indonesia guna mendukung pendalaman pasar keuangan," kata Kiki. 

"Sekaligus menjawab berbagai isu fundamental terkait transparansi, kemudian struktur kepemilikan, dan integritas pasar. Karena reformasi tersebut menjadi prasyarat utama dalam membangun pasar modal yang kredibel, resilient, dan berdaya saing," ujarnya.