Dedi Mulyadi Panggil Perwakilan AQUA: Ungkap Alasan Perusahaan Ngebor Sumber Air Jauh ke Dalam Tanah

Dedi Mulyadi Panggil Perwakilan AQUA
Dedi Mulyadi Panggil Perwakilan AQUA

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini secara langsung mendatangi pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) merek AQUA yang kemudian membuat viral gegara mengungkap pengambilan sumber air dari dalam tanah.

Akhirnya pada 27 Oktober, Dedi Mulyadi menghadirkan perwakilan manajemen AQUA untuk mengklarifikasi sebuah pertanyaan besar yang selama ini menjadi polemik, mengapa perusahaan memilih mengebor sumber air sangat dalam, padahal iklannya kerap menampilkan air yang mengalir di permukaan pegunungan?

Diskusi yang dilakukan Dedi Mulyadi ini berhasil mengungkap alasan teknis dan ilmiah di balik praktik pengeboran yang selama ini dianggap kontroversial oleh sebagian masyarakat.

Air Pegunungan yang Terisolasi di Akuifer Terkekang

Perwakilan perusahaan menegaskan bahwa air yang mereka ambil memang berasal dari pegunungan, sesuai dengan iklannya, namun air tersebut telah melalui proses alami, yaitu air hujan yang meresap ke dalam tanah dan tersimpan di lapisan yang sangat terlindungi.

Ilustrasi Aqua

Perwakilan dari AQUA, Azwar menjelakan, akuifer ini adalah lapisan batuan pembawa air yang tertutup rapat oleh lapisan kedap (batuan padat), sehingga terisolasi secara alami dari lingkungan permukaan.

"Kita mengambil airnya akuifer-nya itu yang di bawah lapisan kedap atau biasa umumnya disebutnya confined aquifer. Jadi lapisan kedap itu adalah satu lapisan yang benar-benar padat," jelas ahli air dari perwakilan AQUA, Azwar dikutip dari akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Alasan Ngebor Tanah Terdalam

Adapun alasan utama perusahaan mengambil air dari kedalaman melalui pengeboran adalah demi proteksi kualitas dan jaminan higienitas produk. Pengeboran yang mencapai kedalaman puluhan hingga ratusan meter (misalnya 100 meter) adalah upaya untuk melewati lapisan akuifer dangkal yang sangat rentan terhadap pencemaran.

Kerentanan ini disebabkan oleh perubahan tata guna lahan dan meningkatnya aktivitas manusia di permukaan. Dengan kata lain, pengeboran dalam adalah cara untuk memanen air yang sudah terproteksi secara alami.

"Dengan lapisan kedap ini berarti air akuifer yang di bawah itu dia terproteksi dari kemungkinan pencemaran dari atas segala macam," lanjut Azwar.

Ia menambahkan bahwa secara kualitas standar air permukaan dan air tanah yang dalam bisa sama, namun air tanah dalam jauh lebih terjamin higienitasnya dari risiko kontaminasi:

"Air yang punya kedalaman 30 meter dan 100 meter itu lebih aman dari kerentanan dari kontaminasi. Artinya, air yang di bawah tanah yang dibor itu jauh lebih terjamin higienitasnya dibanding yang di permukaan," beber Azwar.

Klarifikasi yang difasilitasi oleh Dedi Mulyadi ini menegaskan bahwa metode pengeboran air bukan didasari oleh eksploitasi semata, melainkan didasari oleh kebutuhan teknis untuk menjamin produk air mineral terlindungi dari risiko pencemaran lingkungan.

Awal Mula Viral

Sebelumnya diberitakan,  Video kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke pabrik air mineral merek Aqua di Subang menjadi sorotan publik. Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel (KDM), mantan Bupati Purwakarta itu mempertanyakan langsung sumber air baku yang digunakan untuk memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) tersebut.

Dedi Mulyadi  Sidak ke Pabrik Air Minum di Subang

Dedi Mulyadi Sidak ke Pabrik Air Minum di Subang

Dalam tayangan tersebut, Dedi terlihat meninjau salah satu titik pengolahan air mineral Aqua. Ia menanyakan kepada pihak perusahaan mengenai asal air yang digunakan dalam proses produksi.

“Ngambil airnya dari sungai?” tanya Dedi kepada staf pabrik tersebut.

Menjawab pertanyaan itu, staf Aqua menyebut bahwa air berasal dari bawah tanah. “Airnya dari bawah tanah, Pak,” ujar salah satu staf.

Mendengar jawaban tersebut, Dedi tampak terkejut dan memastikan ulang bahwa sumber air yang digunakan benar-benar berasal dari bawah tanah melalui proses pengeboran. Ia pun menyinggung potensi dampak lingkungan akibat pengambilan air tanah, termasuk kemungkinan pergeseran tanah.

“Dikira oleh saya dari air permukaan, dari sungai atau mata air. Berarti kategorinya sumur pompa dalam?” ujar Dedi dalam video tersebut.