Momen Haru Dedi Mulyadi Nyekar Bersama Hyang Sukma Ayu di Lebaran 2026
Masih dalam suasana hangat Idul Fitri 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan momen nyekar ke makam orang tuanya di kampung halamannya di Subang, Jawa Barat.
Nyekar merupakan tradisi masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, berupa kegiatan berziarah ke makam keluarga atau leluhur yang telah meninggal dunia.
Tradisi ini lazim dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan maupun saat dan setelah Hari Raya Idul Fitri.
Momen ziarah tersebut dibagikan Dedi Mulyadi melalui tayangan di kanal YouTube pribadinya, dikutip pada Selasa (24/3/2026).
Bagaimana momen ziarah Dedi Mulyadi bersama putrinya?
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi datang bersama putri bungsunya, Nyi Hyang Sukma Ayu. Momen ini tidak sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi sang anak.
Setibanya di area pemakaman, Dedi Mulyadi memberikan tantangan edukatif kepada Nyi Hyang untuk mencari sendiri makam sang nenek dengan membaca satu per satu nama yang tertera di batu nisan.
Setelah sempat memeriksa beberapa nisan, Nyi Hyang akhirnya berhasil menemukan makam kakek dan neneknya, yakni orang tua Dedi Mulyadi.
Diketahui, almarhum ayah Dedi Mulyadi bernama Sahlil Ahmad Suryana, sementara sang ibu bernama Karsiti yang akrab disapa "Mi" oleh keluarga.
Setelah itu, Dedi Mulyadi mengajak putrinya untuk membaca doa bersama di pusara orang tuanya, dilanjutkan dengan menebarkan bunga sebagai bentuk penghormatan.
Apa pesan yang disampaikan Dedi Mulyadi kepada putrinya?
Suasana menjadi haru ketika Dedi Mulyadi menyampaikan pesan mendalam kepada putrinya mengenai pentingnya bersyukur.
Ia menekankan bahwa segala kenyamanan dan fasilitas yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari perjuangan orang tuanya di masa lalu.
"Nyi Hyang harus bersyukur, kirim Fatihah buat Mi dan Bapak Mi. Karena mereka yang menjadi jalan Ayah hidup seperti sekarang, sehingga Nyi Hyang bisa menikmati fasilitas seperti hari ini," ujar Dedi Mulyadi.
Nyi Hyang tampak diam mendengarkan nasihat tersebut. Sebagai bentuk kasih sayang, ia memilih bunga berwarna kuning dan meletakkannya dengan hati-hati di atas makam sang nenek.
Selain berziarah, Dedi Mulyadi juga menunjukkan kepedulian sosial dengan membagikan uang THR kepada warga dan anak-anak di sekitar lokasi pemakaman.
Ziarah tersebut ditutup dengan momen refleksi diri bagi Nyi Hyang Sukma Ayu. Dalam kesempatan lain, ia menyampaikan permohonan maaf kepada sang ayah atas sikapnya selama ini.
Ia mengakui kebiasaan manjanya, seperti sering marah, sulit dibangunkan, hingga enggan mandi. Permohonan maaf tersebut disampaikan dengan ungkapan "nyuhunkeun dihapunten".
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Ajak Putri Bungsu Ziarah ke Makam Orang Tua, Ajarkan Makna Bersyukur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang