Dedi Mulyadi Murka, Pergoki Jukir Liar di Perbatasan Subang-Bandung Barat

parkir liar, Dedi Mulyadi, jukir liar, Dedi Mulyadi Murka, Pergoki Jukir Liar di Perbatasan Subang-Bandung Barat

 Aksi juru parkir (jukir) liar di kawasan tugu perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang menjadi sorotan setelah diketahui oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan jaket hoodie berwarna hitam mengarahkan sebuah mobil putih dari bahu jalan.

Setelah itu, pria tersebut menerima sejumlah uang dari pengemudi, yang diduga sebagai pungutan parkir liar.

Lokasi kejadian berada di area tugu perbatasan yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), yang seharusnya menjadi fasilitas publik bagi masyarakat.

Apa respons Dedi Mulyadi terhadap praktik jukir liar?

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung memberikan peringatan keras kepada para pelaku jukir liar. Ia meminta agar praktik tersebut segera dihentikan.

"Bagi mereka yang mencoba jadi tukang parkir liar dadakan dengan memanfaatkan fasilitas yang dibangun oleh pemprov untuk kepentingan sendiri, mohon dihentikan ya," ucap Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar imbauan biasa, melainkan akan diikuti dengan tindakan tegas apabila masih ditemukan pelanggaran.

"Kami akan melakukan tindakan tegas kalau saya sudah ingatkan," kata Dedi Mulyadi.

"Yang di spot atau area yang dibangun oleh pemprov kemudian ngambilin uang tanpa bekerja, saya ingatkan ya, untuk dihentikan. Kalau tidak, Anda akan ditangkap," tegasnya.

Bagaimana langkah pemerintah menindaklanjuti temuan ini?

Respons cepat ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Kasatpol PP Jawa Barat, Tulus Arfian, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan patroli dan sosialisasi di kawasan perbatasan tersebut.

"Kami langsung melakukan sosialisasi dan patroli dengan melibatkan Satpol PP Subang dan Bandung Barat," ujar Tulus.

Penanganan ini dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Perhubungan dan aparat kewilayahan setempat.

Tulus menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan akan dimulai dari langkah persuasif hingga tindakan tegas sesuai prosedur jika pelanggaran terus terjadi.

"Langkah kami akan terukur, mulai dari tindakan persuasif dan sosialisasi, hingga tindakan tegas sesuai prosedur jika imbauan ini tetap tidak diindahkan," katanya.

Apa kaitannya dengan kritik Dedi Mulyadi saat Lebaran?

Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga sempat menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah dalam sambutannya saat pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Gedung Sate, Kota Bandung.

Ia menilai bahwa pemerintah belum sepenuhnya mampu memenuhi harapan masyarakat.

"Itu lah ciri dan tradisinya lebaran, tapi saya merasa bahwa pemerintah hari ini belum berbuat sesuai dengan keinginan masyarakatnya," ujar Dedi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat.

"Pemerintah belum bisa bekerja dengan baik, melayani kebutuhan masyarakat, memenuhi seluruh apa yang menjadi harapan," katanya.

Dedi juga menyoroti sistem pungutan di Indonesia yang dinilai masih belum efektif jika dibandingkan dengan prinsip dalam Islam.

"Islam mungutnya cuman zakat, kita ini kan rakyat suka iuran, ada pungutan, ada berbagai hal lah ada zakat, ada pajak, segala macam ya, banyak sekali tetapi kita enggak maju-maju," katanya.

Ia menilai bahwa salah satu penyebabnya adalah besarnya alokasi anggaran untuk penyelenggara negara.

"Di kita ini jatah untuk penyelenggara negaranya kegedean. Itu yang terus menerus ingin saya tekan, ingin saya perbaiki dan itu sekarang sudah mulai menampakkan hasil kan dari realokasi anggaran provinsi kan sudah mulai kelihatan," ucapnya.

"Uang-uang provinsi terdistribusi dengan baik terlihat ke mana mengalirnya, tidak gelap," tambahnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul KDM Murka Pergoki Jukir Liar di Perbatasan Subang-Bandung, Dedi Mulyadi: Stop atau Anda Ditangkap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang