Bagi-bagi Santunan Berujung Teguran, Dedi Mulyadi Soroti Sikap Pegawai Gedung Pakuan

Dedi Mulyadi, santunan, Bagi-bagi Santunan Berujung Teguran, Dedi Mulyadi Soroti Sikap Pegawai Gedung Pakuan

 Suasana pagi di Gedung Pakuan, kantor dinas Gubernur Jawa Barat, Sabtu (21/3/2026), sempat diwarnai ketegangan saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa para pegawai menjelang pelaksanaan shalat Id.

Sebelum berangkat menunaikan ibadah, Dedi Mulyadi menyempatkan diri berinteraksi dengan para pegawai di lingkungan kerjanya, mulai dari petugas keamanan hingga pekerja kebersihan.

Momen tersebut awalnya berlangsung hangat, bahkan disertai pembagian santunan kepada para pekerja.

Dalam suasana penuh keakraban, satu per satu petugas keamanan menghampiri Dedi Mulyadi untuk bersalaman. Sambil bersenda gurau, ia memberikan uang santunan berupa pecahan Rp 100.000 kepada mereka.

Kegiatan tersebut juga diberikan kepada para pekerja kebersihan yang sehari-hari bertugas menjaga lingkungan Gedung Pakuan. 

Apa yang membuat suasana berubah tegang?

Suasana yang awalnya cair mendadak berubah ketika seorang pramusaji mencoba menyela barisan pekerja kebersihan yang sedang menerima santunan. Tindakan tersebut langsung mendapat teguran dari Dedi Mulyadi.

“Kebiasaan siga nu teu meunang gaji wae, jadi kan ieu mah nanya diberi, jangan punya kebiasaan begitu, gak boleh kamu pegawai,” tegur Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menyukai sikap meminta, melainkan menunggu untuk diberi sesuai dengan haknya. Teguran tersebut membuat pramusaji bernama Kamal langsung meminta maaf.

Mengapa Dedi menyoroti mentalitas kerja?

Meski telah menegur, Dedi Mulyadi tetap memberikan santunan kepada Kamal. Namun, ia memanfaatkan momen tersebut untuk menekankan pentingnya etos kerja dan mentalitas yang kuat.

Dedi kemudian menanyakan kondisi pekerjaan Kamal sebagai pramusaji. Kamal mengaku pekerjaannya terasa melelahkan. Jawaban tersebut justru memicu respons tegas dari Dedi.

“Kamu capek apa bekerja di sini, oke silakan keluar dari sini,” tegas Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi, sikap mengeluh menunjukkan mentalitas yang perlu diperbaiki. Ia mengingatkan bahwa setiap pekerjaan memiliki tantangan, namun harus disikapi dengan rasa syukur dan tanggung jawab.

Ia juga membandingkan pekerjaan tersebut dengan profesi lain yang dinilai lebih berat, seperti pengangkut sampah dan penyapu jalan.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa santunan yang diberikan seharusnya diprioritaskan bagi pekerja dengan kondisi ekonomi yang lebih sulit.

Ia mengingatkan agar pegawai tidak memiliki sikap serakah atau mengambil hak orang lain.

“Kamu gak boleh punya mental begitu,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti profesionalisme kerja. Dalam kesempatan tersebut, Dedi sempat menegur petugas keamanan yang mengenakan seragam kurang rapi.

Menurutnya, pegawai yang bekerja di lingkungan gedung negara harus menjaga penampilan sebagai bagian dari wibawa institusi.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Teguran Keras Dedi Mulyadi ke Pramusaji saat Bagi-bagi Santunan di Gedung Pakuan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang