Bahlil Listriki 112 Rumah di Kampung Halaman Ibu Prabowo Secara Gratis

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, secara resmi melistriki 112 rumah di Desa Wolaang, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Hal itu dilakukan Bahlil melalui program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) gratis, sebagai bagian dari bantuan elektrifikasi pemerintah dalam proyek strategis ketenagalistrikan 'Merdeka dari Kegelapan'.

Dia mengaku, sebelum menjalan program di Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa, yang merupakan tanah kelahiran dari garis keturunan ibu Presiden Prabowo Subianto, Dora Marie Sigar ini, dirinya pun sudah mendapat restu dari Prabowo yang juga mengirimkan salam kepada masyarakat Minahasa.

"Ada salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo kepada bapak/ibu semua, masyarakat Minahasa. Saya sebelum berangkat ke sini, menghadap Bapak Presiden Prabowo dan kemudian saya melaporkan saya akan datang meresmikan beberapa listrik desa," kata Bahlil dalam sambutannya yang disiarkan live di YouTube Kementerian ESDM, Rabu, 29 Oktober 2025.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

"Karena program listrik besar ini adalah program Bapak Presiden yang diperintahkan kepada kami di Kementerian ESDM. Sehingga saya mengatakan, 'Saya mau ke kampung bapak hari ini'. Bapak presiden tanya, 'Kapan?'. 'Malam ini juga saya ke kampung bapak'," ujar Bahlil.

Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, Bahlil menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kehadiran negara dalam upaya menyediakan kebutuhan listrik bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Sebab menurutnya, sampai saat ini masih ada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Tanah Air, yang masih belum mendapatkan aliran listrik. Karenanya, Bahlil pun menargetkan bahwa pada medio 2029-2030 mendatang, seluruh desa di Indonesia sudah akan teraliri jaringan listrik.

"Arahan Bapak presiden, dari semua desa, semua kelurahan, juga dusun-dusun itu harus selesai (dialiri listrik) di tahun 2029 sampai 2030," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam program 'Merdeka dari Kegelapan', paket program BPBL terdiri dari pemasangan Instalasi Listrik Rumah 3 titik lampu + 1 kotak kontak, pemeriksaan dan pengujian instalasi Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan ke jaringan PLN, Biaya Penyambungan (BP) pelanggan daya 900 VA, dan token perdana Rp 100.000.

Sampai saat ini, Kementerian ESDM melalui program BPBL telah memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Utara, dengan realisasi sambungan listrik bagi 1.000 rumah tangga (RT) pada 2023, 550 rumah tangga pada 2024, dan target 2.700 rumah tangga pada 2025.

Khusus di Kabupaten Minahasa, program BPBL pada 2023-2024 telah dirasakan oleh 20 rumah tangga. Dimana pada tahun 2025 ini direncanakan sebanyak 112 rumah tangga akan menerima manfaat program tersebut. Tercatat, realisasi program BPBL pada tahun 2024 sebesar 155.429 rumah tangga. Dimana pada periode Januari—September 2025, terdapat sebanyak 135.482 RT telah terpasang listrik dari target 215.000 RT hingga akhir 2025 mendatang.