Prabowo Ingin Ekspatriat Bisa Pimpin BUMN, Danantara Ungkap Tujuannya

Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Pandu Patria Sjahrir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2025
Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Pandu Patria Sjahrir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2025

Presiden Prabowo telah meminta kepada Danantara agar BUMN dikelola dengan standar internasional. Bahkan, saat pemerintah juga telah merubah regulasi, dan membuka peluang bagi para ekspatriat alias warga asing agar bisa memimpin perusahaan BUMN.

Merespons hal tersebut, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengatakan, permintaan Presiden Prabowo itu merupakan upaya agar BUMN dapat menjalankan standar bisnis internasional.

Pandu memastikan, permintaan tersebut juga sudah tertuang dalam revisi Undang-Undang tentang BUMN yang terbaru.

"Jadi sudah ada revisi undang-undang BUMN yang baru. Keinginan bapak (presiden) adalah memang kita ingin ada pemimpin di BUMN-BUMN itu yang memang berskala internasional," kata Pandu, dikutip Kamis, 16 Oktober 2025.

Ketua Umum Aftech, Pandu Sjahrir saat ditemui di acara Peringatan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2024 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 11 November 2024

Langkah ini diakuinya merupakan salah satu bagian dari strategi pemerintah, agar BUMN bisa menjadi pemain global di berbagai sektor strategis.

"Keinginannya adalah membawa BUMN-BUMN kita juga menjadi global champion. Jadi itu memang memerlukan human capital yang baik," ujar Pandu.

Namun, Pandu menegaskan bahwa prioritas utama tetap diberikan kepada talenta-talenta dalam negeri. Baru kemudian pihaknya akan mempertimbangkan diaspora, sebelum mencari talenta dari luar negeri.

Dia juga memastikan Danantara akan tetap terlibat dalam memilih kandidat pemimpin BUMN.

"Ya, kita bakal kasih masukannya. Tapi kita tetap cari fokus putra-putri Indonesia yang terbaik, diaspora, baru nantinya (dari luar negeri)" ujarnya.