Purbaya Pastikan Rp 112,4 triliun Dana Pemerintah Sudah Jadi Kredit Produktif, Cek Rinciannya
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, per akhir September 2025, total kredit produktif yang berhasil disalurkan bank-bank pelat merah alias Himbara telah mencapai Rp 112,4 triliun, dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun yang dikucurkannya beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Oktober 2025, yang digelar di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
"Yang diserap sampai akhir September itu lebih dari Rp 112 triliun, dan telah disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit produktif," kata Purbaya, Selasa, 14 Oktober 2025.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, APBN KITA edisi ber 2025
Capaian tersebut diakui Menkeu telah mencerminkan bahwa lebih dari separuh dana yang ditempatkan oleh pemerintah itu, sudah mulai bekerja untuk menopang konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun ini. Dari sisi pertumbuhan uang beredar, base money alias M0 tercatat telah melaju pesat menjadi 13,2 persen, dari sebelumnya hampir mendekati posisi 0.
"Dan ini menunjukkan bahwa uang di sistem perekonomian sudah bertambah signifikan," ujar Menkeu.
Purbaya menekankan, penempatan dana pemerintah yang dilakukan pihaknya itu bukan hanya menyasar soal likuiditas perbankan, melainkan juga untuk menciptakan efek berganda atau multiplier effect, menurunkan cost of fund, mendorong pembiayaan sektor riil, serta menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.
Sementara untuk kondisi likuiditas keuangan nasional saat ini, Purbaya memastikan bahwa hal itu tetap terjaga, yang tercermin pada data suku bunga pasar antarbank (PUAB). Misalnya seperti IndONIA yang turun dari 4,59 persen menjadi 4,04 persen, dan JIBOR 7D yang turun dari 5,17 persen menjadi 4,86 persen.
"Jadi dampak dari kebijakan kita ini riil. Karena memang uang yang kami gelontorkan itu sudah bisa menurunkan tingkat suku bunga pasar antarbank yang tecermin dari IndONIA dan JIBOR 7D. Artinya, bunga pinjaman juga akan turun," ujarnya.
Sebagai informasi, rincian dari total kredit produktif yang berhasil disalurkan bank-bank Himbara tersebut antara lain yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang tercatat sudah menyalurkan Rp 40,6 triliun dari alokasi penempatan dana Rp 55 triliun, atau setara 74 persen per 30 September 2025.
Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan realisasi Rp 33,9 triliun, dari Rp 55 triliun atau 62 persen. Lalu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) merealisasikan Rp 27,6 triliun, dari Rp 55 triliun atau 50 persen.
Selanjutnya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyalurkan Rp 4,8 triliun dari Rp 25 triliun atau setara 19 persen, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan realisasi penyaluran kredit mencapai Rp 5,5 triliun dari Rp 10 triliun atau 55 persen.