Dana Penjualan Chelsea Tetap Dibekukan, Roman Abramovich Siap Lawan Pemerintah Inggris

Dana Penjualan Chelsea Tetap Dibekukan, Roman Abramovich Siap Lawan Pemerintah Inggris

Roman Abramovich bereaksi keras usai pemerintah Inggris masih membekukan dana senilai 2,35 miliar poundsterling (Rp56,7 triliun) hasil penjualan Chelsea.

Pemerintah Inggris disebut memiliki rencana tersendiri terkait alokasi dana Abramovich yang memicu taipan asal Rusia tersebut memberontak.

Sejak Mei 2022, uang tersebut masih belum cair karena perselisihan mengenai bagaimana tepatnya uang itu akan digunakan.

Abramovich tetap berkomitmen untuk menyumbangkannya untuk tujuan amal, tetapi sumber-sumber mengatakan kepada talkSPORT bahwa pemerintah Inggris ingin uang itu digunakan untuk korban perang di Ukraina.

Namun, kebijakan tersebut tidak memiliki kejelasan apakah itu akan mencakup warga Rusia yang terkena dampak konflik tersebut.

Pemerintah Inggris menegaskan dana itu hanya boleh digunakan bagi korban atau kepentingan terkait Ukraina. 

Otoritas setempat juga siap menempuh langkah hukum untuk menyita dana tersebut guna mengakhiri kebuntuan yang telah berlangsung selama empat tahun.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menetapkan tenggat 17 Maret untuk menyalurkan dana ke yayasan yang dibentuk khusus. 

Namun, sejumlah sumber menilai kejelasan pencairan pada tanggal itu masih kecil kemungkinannya.

Klaim Kuasa Hukum Abramovich

Tim kuasa hukum Abramovich menegaskan dana tersebut masih menjadi milik miliarder Rusia itu dan mereka akan menolak setiap upaya pencairan tanpa persetujuannya.

Dalam surat dari firma hukum Abramovich, disebutkan terdapat “persoalan hukum yang kompleks” dan ditegaskan bahwa langkah hukum dari Pemerintah Inggris akan dilawan.

"Anehnya, pemerintah Inggris tampaknya memperlakukan usulan donasi ini sebagai bentuk tindakan hukuman terhadap Tuan Abramovich," bunyi surat itu.

"Ini pada dasarnya tidak benar. Penting untuk ditekankan bahwa dana tersebut — meskipun saat ini dibekukan — tetap menjadi milik Fordstam Limited, yang sepenuhnya dimiliki oleh Tuan Abramovich."

Dana Penjualan Chelsea Tetap Dibekukan, Roman Abramovich Siap Lawan Pemerintah Inggris

Pengusaha Rusia pemilik klub sepak bola Chelsea, Roman Abramovich.

"Jika pemerintah Inggris yakin memiliki dasar hukum untuk menyita dana tersebut, tentu saja mereka dapat memulai proses penyitaan formal, yang akan dipersengketakan di pengadilan."

Menteri Luar Negeri Yvette Cooper dalam pendapatnya kepada talkSPORT mengklaim jika uang tersebut telah dijanjikan kepada Ukraina. 

"Uang ini telah dijanjikan kepada Ukraina lebih dari tiga tahun yang lalu.

"Sudah saatnya Roman Abramovich melakukan hal yang benar, tetapi jika dia tidak mau, kami akan bertindak. Itulah mengapa izin ini dikeluarkan."

"Sudah saatnya uang ini digunakan untuk membangun kembali kehidupan orang-orang yang telah mengalami kehancuran akibat perang ilegal Putin," ucapnya.

Indikasi Kepentingan Politik

Abramovich menyebut tindakan hukum ini sebagai "konspirasi" pada November tahun lalu, dengan tuduhan korupsi dan pencucian uang yang sedang diselidiki.

Dalam surat terbaru mereka, pengacara Abramovich menambahkan jika Abramovich membantah tuduhan yang diberikan kepada kliennya.

Roman Abramovich membantah keras tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia juga menentang penyelidikan tersebut karena menilai prosesnya tidak berdasar dan sarat kepentingan politik.

Menurut pihak Abramovich, penyelidikan itu diluncurkan dengan motif politik yang tidak pantas. Karena itu, ia memutuskan untuk menggugat dan menantang proses hukum yang dianggap merugikan dirinya.

“Tuan Abramovich membantah tuduhan tersebut dengan sekeras-kerasnya dan telah menantang penyelidikan tersebut, yang menurutnya diluncurkan dengan motif politik yang tidak pantas, dan saat ini terlibat dalam litigasi terkait terhadap pemerintah Jersey atas konspirasi dengan cara yang melanggar hukum dan penyalahgunaan wewenang di jabatan publik sebagai akibat dari tindakan pemerintah tersebut,” kata pengacara Abramovich.

Pemerintah Inggris kemungkinan besar tidak dapat menyita atau melepaskan dana tersebut bulan ini karena Abramovich bersikeras bahwa uang itu miliknya.

Abramovich juga memiliki hak untuk memilih untuk mendistribusikan dana tersebut sesuai dengan persyaratannya.