Apakah Pelaku Gaslighting Bisa Berubah? Ini Jawaban Pakar
Gaslighting kerap merusak hubungan dan meninggalkan luka psikologis mendalam karena korban bisa mempertanyakan realitas mereka sendiri. Lantas, apa gaslighter (pelaku gaslighting) bisa berubah?a sadar.
Menurut para ahli, perubahan memang mungkin terjadi, tapi sangat bergantung pada kesadaran diri, kemauan untuk berubah, serta dukungan lingkungan dan terapi yang konsisten.
Apakah pelaku gaslighting bisa berubah?
Kesadaran diri jadi langkah awal perubahan
Gaslighter atau pelaku gaslighting bisa berubah jika memiliki kesadaran dan keinginan untuk memperbaiki diri, benarkah demikian? Ini jawaban pakar.
Dr. Amelia Kelley, psikolog dan terapis trauma-informed dari Yorkville University, menjelaskan, kunci utama seseorang bisa berhenti melakukan gaslighting adalah kesadaran diri dan keinginan untuk berubah.
“Gaslighting yang tidak disadari atau dilakukan tanpa niat jahat biasanya masih bisa diubah. Perbedaannya ada pada keinginan untuk tidak menyakiti orang lain,” ujar Kelley, dikutip dari Psychology Today, Jumat (10/10/2025).
Ia menambahkan, pola gaslighting yang dilakukan tanpa sadar sering kali muncul karena seseorang terbiasa dengan dinamika relasi yang manipulatif.
Misalnya, ia tumbuh dalam lingkungan yang tidak sehat atau memiliki pengalaman masa lalu yang membentuk cara berpikirnya.
“Dengan kesadaran, refleksi diri, dan dukungan yang tepat, perilaku gaslighting bisa diperbaiki,” jelasnya.
Mengubah pola butuh waktu dan komitmen
Gaslighter atau pelaku gaslighting bisa berubah jika memiliki kesadaran dan keinginan untuk memperbaiki diri, benarkah demikian? Ini jawaban pakar.
Mengubah pola komunikasi dan perilaku yang telah terbentuk lama tentu tidak mudah.
Kelley menyebutkan, proses ini membutuhkan waktu, konsistensi, dan komitmen untuk memperbaiki diri.
Ia menyarankan agar pelaku gaslighting yang ingin berubah memulai dengan latihan mindfulness atau kesadaran diri terhadap ucapan dan tindakan.
“Fokus pada kesadaran diri melalui praktik mindfulness dan dialog terbuka dalam hubungan sangat penting. Ini membantu seseorang menyadari kapan ia mulai memanipulasi atau meremehkan perasaan orang lain,” saran Kelley.
Selain itu, terapi psikologis juga menjadi bagian penting untuk membantu seseorang memahami akar perilaku manipulatifnya dan membangun cara berkomunikasi yang lebih sehat.
“Perubahan sejati memerlukan keberanian untuk mengambil tanggung jawab, mengakui kesalahan, dan menunjukkan penyesalan, bahkan untuk hal-hal yang sudah terjadi masa lalu,” tambahnya.
Tidak semua pelaku gaslighting bisa berubah
Gaslighter atau pelaku gaslighting bisa berubah jika memiliki kesadaran dan keinginan untuk memperbaiki diri, benarkah demikian? Ini jawaban pakar.
Meski begitu, tidak semua pelaku gaslighting dapat atau mau berubah. Dalam beberapa kasus, gaslighting dilakukan secara sadar dan berulang dengan tujuan mengontrol dan mendominasi orang lain.
Dilansir dari VeryWell Mind, perilaku ini biasanya ditemukan pada individu dengan gangguan kepribadian tertentu, seperti narsisistik, antisosial, atau borderline.
Tujuan utama gaslighter jenis ini tidak hanya manipulasi, tetapi juga kekuasaan dan kendali.
Pada tipe gaslighter ini, konfrontasi sering kali berisiko dan bisa berujung pada bentuk kekerasan emosional yang lebih dalam.
Maka dari itu, perubahan hanya mungkin jika pelaku mengakui kesalahannya dan secara sukarela mencari bantuan profesional.
Namun, jika pelaku terus menyangkal atau bahkan membalikkan keadaan untuk menyalahkan korban, hal itu menandakan bahwa perubahan masih jauh dari mungkin.
Peran terapi dan dukungan sosial
Gaslighter atau pelaku gaslighting bisa berubah jika memiliki kesadaran dan keinginan untuk memperbaiki diri, benarkah demikian? Ini jawaban pakar.
Bagi pelaku yang sadar dan ingin berubah, dukungan dari profesional serta lingkungan sekitar sangat penting.
Terapi bisa membantu seseorang mengidentifikasi pola pikir manipulatif, sedangkan dukungan sosial seperti teman dan keluarga dapat menjadi pengingat dan penguat selama proses pemulihan.
“Berbicara dengan terapis, mencatat pengalaman pribadi dalam jurnal, dan berdialog dengan orang yang dipercaya bisa membantu menjaga kesadaran diri,” imbau Kelley.
Selain itu, mendidik diri sendiri dengan membaca literatur tentang gaslighting juga dapat mempercepat proses perubahan.
Hal ini membantu pelaku memahami dampak perilakunya terhadap orang lain serta menemukan cara yang lebih sehat untuk mengekspresikan diri.
Korban gaslighting juga perlu perlindungan dan pemulihan
Di sisi lain, penting juga bagi korban gaslighting untuk tidak terjebak dalam harapan bahwa pelaku pasti akan berubah. Kelley menegaskan, keamanan emosional korban tetap menjadi prioritas utama.
Jika seseorang terus mengalami manipulasi atau pelecehan emosional, langkah terbaik adalah menjaga jarak dan mencari bantuan profesional.
“Tidak semua hubungan bisa disembuhkan, terutama jika satu pihak menolak bertanggung jawab,” ucapnya.
Perubahan sejati hanya akan terjadi jika ada kesadaran diri, tanggung jawab emosional, serta dukungan profesional yang konsisten.
Gaslighting bukan hanya tentang kebohongan, tapi tentang kontrol dan dominasi. Oleh sebab itu, memahami perbedaannya dan mengenali pola ini adalah langkah penting, baik bagi korban maupun pelaku, untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat dan setara.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.