Hati-hati, 3 Tanda Kamu Melakukan Gaslighting pada Diri Sendiri

Istilah gaslighting umumnya dikaitkan dengan hubungan antarindividu, baik dalam konteks percintaan, keluarga, maupun lingkungan kerja.
Namun, ternyata pola ini tidak selalu datang dari orang lain. Tanpa disadari, seseorang bisa melakukan gaslighting pada dirinya sendiri.
Kondisi ini disebut self-gaslighting dan dapat berdampak serius pada kesehatan mental.
Menurut Dr. Julie Smith, psikolog klinis sekaligus penulis buku Why Has Nobody Told Me This Before?, self-gaslighting biasanya dialami oleh mereka yang pernah menjadi korban gaslighting dari orang lain.
“Kita bisa menginternalisasi suara dari pelaku gaslighting di masa lalu hingga akhirnya itu menjadi cara kita berbicara pada diri sendiri,” jelas Smith, dilansir dari PureWow, Selasa (30/9/2025).
3 Tanda melakukan gaslighting pada diri sendiri
Berikut tiga tanda yang menunjukkan kamu mungkin sedang melakukan gaslighting terhadap diri sendiri.
1. Menyalahkan diri sendiri untuk segala hal
Orang yang mengalami self-gaslighting cenderung menaruh standar yang jauh lebih keras untuk dirinya dibandingkan orang lain. Setiap kesalahan kecil dianggap sebagai bukti bahwa dirinya tidak cukup baik.
“Jika kamu melakukan kesalahan, kamu menganggap itu mencerminkan siapa dirimu secara fundamental. Lalu, kamu menggunakan kesalahan tersebut untuk membenarkan hukuman diri atau rasa benci pada diri sendiri,” terang Smith.
Sebaliknya, ketika orang lain berbuat salah, mereka justru memberi banyak alasan dan dimaklumi.
Pola pikir seperti ini berbahaya karena bisa memicu lingkaran rasa bersalah dan rendah diri.
Smith menyarankan, cobalah bertanya pada diri sendiri seperti ‘bagaimana saya akan memperlakukan orang lain jika ia berada di posisi saya?’.
Dengan begitu, kamu bisa belajar memberikan empati yang sama kepada diri sendiri seperti yang kamu berikan pada orang lain.
2. Tidak percaya pada penilaian diri
Tanda lain dari self-gaslighting adalah rasa ragu yang terus-menerus pada keputusan atau pendapat pribadi.
Akibatnya, kamu lebih mengandalkan validasi dari orang lain untuk menentukan langkah.
“Banyak orang yang gaslighting dirinya sendiri merasa pendapat orang lain jauh lebih kredibel dibandingkan suaranya sendiri,” jelas Smith.
“Mereka hidup dalam keadaan hampir terus-menerus diliputi keraguan diri dan mencari klarifikasi dari luar,” lanjut dia.
Kondisi ini bisa membuat seseorang kehilangan kendali atas hidupnya karena selalu takut salah.
Dalam jangka panjang, hal ini mengikis rasa percaya diri dan membuat individu sulit berkembang.
Membangun kepercayaan pada diri sendiri bukan berarti menutup telinga dari masukan orang lain, tetapi berani menegakkan pendapat pribadi.
3. Mengabaikan atau meremehkan perasaan sendiri
Gaslighting pada diri sendiri juga bisa muncul dalam bentuk meremehkan emosi yang muncul.
Misalnya, ketika merasa sedih atau marah, kamu buru-buru berkata pada diri sendiri bahwa itu berlebihan atau tidak penting.
“Orang yang gaslighting dirinya sering kali percaya bahwa mereka terlalu sensitif atau selalu bereaksi berlebihan. Akhirnya, mereka tidak tahu lagi emosi mana yang pantas didengarkan,” kata Smith.
Mengabaikan emosi bisa berakibat serius karena membuat seseorang tidak mampu memahami kebutuhannya sendiri.
Emosi yang ditekan cenderung muncul kembali dalam bentuk stres berkepanjangan atau ledakan emosi di kemudian hari. Untuk mengatasi ini, Smith menyarankan menuliskan pengalaman dalam jurnal.
“Mencatat momen ketika kamu merasa mengabaikan perasaan bisa membantu membangun kesadaran. Dari sana, kamu bisa mulai mengenali pola dan memutus siklusnya,” jelasnya.
Langkah awal menghentikan self-gaslighting
Menyadari bahwa kamu mungkin melakukan gaslighting pada diri sendiri adalah langkah penting pertama. Dari sana, proses penyembuhan bisa dimulai.
“Kesadaran adalah kunci. Ketika kita mulai mengenali pola ini, kita bisa memilih apakah akan terus menjalaninya atau menghentikannya,” ujar Smith.
Ia menambahkan, proses ini idealnya dilakukan dengan bantuan terapis. Namun, jika belum memungkinkan, journaling, mencari dukungan dari orang terpercaya, atau membaca literatur seputar kesehatan mental bisa menjadi awal yang baik.
Self-gaslighting bukan hanya sekadar pikiran negatif, tetapi pola yang bisa mengikis harga diri, menumbuhkan keraguan berlebihan, dan memutus hubungan seseorang dengan emosinya sendiri.
Mengenali tanda-tanda ini dapat membantu kita lebih sadar, berbelas kasih, serta membangun kembali kepercayaan pada diri sendiri.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.