Gaslighting hingga Kontrol Berlebihan, Ini Red Flags Hubungan yang Tak Boleh Diabaikan

red flags, hubungan tidak sehat, Gaslighting, Gaslighting hingga Kontrol Berlebihan, Ini Red Flags Hubungan yang Tak Boleh Diabaikan, 1. Gaslighting dan sikap merendahkan, 2. Kontrol berlebihan dan posesif, 3. Ancaman dan kekerasan, 4. Mengisolasi dari teman dan keluarga

Banyak anak muda bertahan dalam hubungan yang sebenarnya tidak sehat karena tidak mengenali tanda bahaya sejak awal.

Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, mengingatkan bahwa red flags atau tanda peringatan dalam hubungan sering muncul dalam bentuk sikap merendahkan, manipulatif, hingga kontrol berlebihan.

Ia menegaskan bahwa mengenali tanda ini penting agar seseorang tidak terjebak dalam hubungan yang merugikan.

“Relasi yang sehat bukan tentang seberapa sering bersama menghabiskan waktu dengan senang gembira, tetapi seberapa aman, bertumbuh, dan dihargai dalam menjalankannya,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Minggu (1/3/2026).

Memahami tanda hubungan tidak sehat sama pentingnya dengan memahami ciri hubungan yang sehat.

Tanda hubungan tidak sehat

Berikut beberapa red flags yang perlu diwaspadai menurut dr. Lahargo.

1. Gaslighting dan sikap merendahkan

Gaslighting adalah bentuk manipulasi yang membuat seseorang meragukan perasaan dan pikirannya sendiri.

Ucapan seperti “Kamu lebay” atau “Itu cuma bercanda” sering digunakan untuk mengecilkan perasaan pasangan.

kelamaan, korban bisa merasa bersalah atas emosi yang sebenarnya wajar. Jika dibiarkan, gaslighting dapat merusak rasa percaya diri dan harga diri seseorang.

2. Kontrol berlebihan dan posesif

red flags, hubungan tidak sehat, Gaslighting, Gaslighting hingga Kontrol Berlebihan, Ini Red Flags Hubungan yang Tak Boleh Diabaikan, 1. Gaslighting dan sikap merendahkan, 2. Kontrol berlebihan dan posesif, 3. Ancaman dan kekerasan, 4. Mengisolasi dari teman dan keluarga

Ilustrasi pasangan. Psikiater menjelaskan tanda bahaya seperti gaslighting, kontrol berlebihan, hingga ancaman dalam hubungan yang sering dianggap wajar oleh anak muda.

Hubungan yang tidak sehat sering ditandai dengan sikap mengontrol. Pasangan bisa terus memeriksa lokasi, membatasi pergaulan, atau meminta akses ke akun pribadi.

Sikap cemburu tanpa alasan yang jelas juga termasuk tanda bahaya. Perilaku ini sering dianggap sebagai bentuk perhatian, padahal menunjukkan kurangnya rasa percaya.

Kontrol yang berlebihan membuat hubungan terasa menekan dan tidak nyaman.

3. Ancaman dan kekerasan

Ancaman putus setiap kali terjadi perbedaan pendapat adalah tanda hubungan yang tidak sehat.

Masalah seharusnya dibicarakan dengan tenang, bukan dijadikan alat untuk menekan pasangan. Hubungan yang sehat tidak mengandung kekerasan verbal, fisik, maupun seksual.

“Konflik itu wajar. Yang menentukan kualitas hubungan adalah cara menyelesaikannya,” kata dr. Lahargo.

Ancaman dan kekerasan menunjukkan hubungan dibangun dengan rasa takut, bukan rasa aman.

4. Mengisolasi dari teman dan keluarga

Tanda bahaya lain adalah upaya menjauhkan pasangan dari lingkungan sosialnya. Pasangan yang sehat tidak melarang hubungan sosial yang wajar.

Isolasi membuat seseorang semakin bergantung dan sulit keluar dari hubungan yang tidak sehat.

Lahargo mengingatkan bahwa red flags yang diabaikan bisa berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Hubungan yang sehat selalu ditandai dengan rasa aman, saling menghargai, dan kebebasan menjadi diri sendiri.

Mengenali tanda bahaya sejak awal membantu seseorang melindungi diri dari hubungan yang merugikan secara emosional maupun fisik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang