Hati-hati, 5 Perilaku Ini Sering Dianggap Gaslighting Padahal Bukan

gaslighting, Gaslighting adalah, defensif, perilaku gaslighting, perilaku gaslighting adalah, contoh perilaku gaslighting, perilaku yang disalah artikan sebagai gaslighting, bukan gaslighting, gaslighting itu apa, Hati-hati, 5 Perilaku Ini Sering Dianggap Gaslighting Padahal Bukan, 1. Saat seseorang mengoreksi ucapan kita, 2. Saat seseorang lupa atau ingat hal secara berbeda, 3. Saat seseorang menjadi defensif, 4. Menafsirkan gaslighting saat sedang emosi, 5. Saat terbawa pengalaman masa lalu

Meskipun istilah gaslighting sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tidak semua perilaku yang membuat seseorang merasa tidak nyaman bisa disebut gaslighting.i

Jika salah kaprah, kita justru bisa merusak hubungan karena menuduh orang lain dengan istilah yang salah.

Berikut beberapa perilaku yang kerap dianggap gaslighting, padahal sebenarnya bukan. Simak penjelasannya.

5 Perilaku yang sering dianggap gaslighting padahal bukan

1. Saat seseorang mengoreksi ucapan kita

gaslighting, Gaslighting adalah, defensif, perilaku gaslighting, perilaku gaslighting adalah, contoh perilaku gaslighting, perilaku yang disalah artikan sebagai gaslighting, bukan gaslighting, gaslighting itu apa, Hati-hati, 5 Perilaku Ini Sering Dianggap Gaslighting Padahal Bukan, 1. Saat seseorang mengoreksi ucapan kita, 2. Saat seseorang lupa atau ingat hal secara berbeda, 3. Saat seseorang menjadi defensif, 4. Menafsirkan gaslighting saat sedang emosi, 5. Saat terbawa pengalaman masa lalu

Fenomena gaslighting sering disalahpahami. Inilah beberapa perilaku yang kerap dikira gaslighting, padahal sebenarnya tidak.

Seseorang bisa merasa tersinggung ketika ada orang lain yang mengoreksi apa yang dikatakan. Namun, hal ini tidak selalu berarti gaslighting.

“Manusia adalah pendengar yang buruk secara alami, jadi wajar jika seseorang salah dengar atau salah ingat,” jelas Beth Ribarsky, PhD, profesor komunikasi interpersonal di University of Illinois Springfield, disadur Best Life, Jumat (19/9/2025).

Menurutnya, jika pasangan atau teman hanya mengingatkan apa yang sebenarnya pernah dikatakan, itu bukanlah manipulasi. 

Gaslighting baru bisa terjadi apabila koreksi tersebut membuat seseorang meragukan realitas diri dengan cara yang merendahkan.

2. Saat seseorang lupa atau ingat hal secara berbeda

gaslighting, Gaslighting adalah, defensif, perilaku gaslighting, perilaku gaslighting adalah, contoh perilaku gaslighting, perilaku yang disalah artikan sebagai gaslighting, bukan gaslighting, gaslighting itu apa, Hati-hati, 5 Perilaku Ini Sering Dianggap Gaslighting Padahal Bukan, 1. Saat seseorang mengoreksi ucapan kita, 2. Saat seseorang lupa atau ingat hal secara berbeda, 3. Saat seseorang menjadi defensif, 4. Menafsirkan gaslighting saat sedang emosi, 5. Saat terbawa pengalaman masa lalu

Fenomena gaslighting sering disalahpahami. Inilah beberapa perilaku yang kerap dikira gaslighting, padahal sebenarnya tidak.

Perbedaan ingatan juga sering menimbulkan salah paham. Namun, lawan bicara yang lupa bukan berarti ia berusaha menipu.

“Semua orang bisa lupa. Fakta bahwa seseorang tidak mengingat detail sebuah peristiwa sama persis dengan kamu, tidak serta-merta berarti mereka sedang gaslighting,” kata terapis sekaligus pelatih kehidupan, Daniel Rinaldi.

Hal senada disampaikan seorang burnout coach, Abbey Sangmeister, LPC. Ia menjelaskan, terkadang orang benar-benar kesulitan mengingat detail peristiwa tanpa ada niat memanipulasi. 

“Rasanya mungkin seperti gaslighting, tapi sejatinya hanya soal daya ingat,” ujarnya.

3. Saat seseorang menjadi defensif

gaslighting, Gaslighting adalah, defensif, perilaku gaslighting, perilaku gaslighting adalah, contoh perilaku gaslighting, perilaku yang disalah artikan sebagai gaslighting, bukan gaslighting, gaslighting itu apa, Hati-hati, 5 Perilaku Ini Sering Dianggap Gaslighting Padahal Bukan, 1. Saat seseorang mengoreksi ucapan kita, 2. Saat seseorang lupa atau ingat hal secara berbeda, 3. Saat seseorang menjadi defensif, 4. Menafsirkan gaslighting saat sedang emosi, 5. Saat terbawa pengalaman masa lalu

Fenomena gaslighting sering disalahpahami. Inilah beberapa perilaku yang kerap dikira gaslighting, padahal sebenarnya tidak.

Respon defensif kerap muncul dalam sebuah perdebatan, terutama ketika seseorang merasa diserang.

“Orang bisa saja menjadi defensif karena merasa tidak nyaman, bukan karena ingin memanipulasi,” ujar Rinaldi.

Ia menambahkan, perbedaan pandangan tidak otomatis masuk ke ranah gaslighting. Sebab, kesalahpahaman adalah hal manusiawi.

Hal itu tidak selalu berarti seseorang berniat membuat kamu meragukan diri sendiri.

4. Menafsirkan gaslighting saat sedang emosi

gaslighting, Gaslighting adalah, defensif, perilaku gaslighting, perilaku gaslighting adalah, contoh perilaku gaslighting, perilaku yang disalah artikan sebagai gaslighting, bukan gaslighting, gaslighting itu apa, Hati-hati, 5 Perilaku Ini Sering Dianggap Gaslighting Padahal Bukan, 1. Saat seseorang mengoreksi ucapan kita, 2. Saat seseorang lupa atau ingat hal secara berbeda, 3. Saat seseorang menjadi defensif, 4. Menafsirkan gaslighting saat sedang emosi, 5. Saat terbawa pengalaman masa lalu

Fenomena gaslighting sering disalahpahami. Inilah beberapa perilaku yang kerap dikira gaslighting, padahal sebenarnya tidak.

Emosi yang meluap bisa membuat seseorang bisa salah menafsirkan ucapan orang lain. Dalam kondisi itu, komentar biasa pun bisa terdengar seperti upaya manipulasi.

“Ketika emosi memuncak, kita lebih rentan menilai kata-kata atau tindakan orang lain sebagai gaslighting, meski sebenarnya tidak,” ungkap terapis kognitif perilaku dari GroundWork, Courtney Hubscher, MS, LMHC, NCC.

Ia menyarankan untuk memberi ruang waktu sebelum menuduh orang lain gaslighting. Dengan kepala lebih dingin, kamu bisa menilai situasi secara objektif.

5. Saat terbawa pengalaman masa lalu

gaslighting, Gaslighting adalah, defensif, perilaku gaslighting, perilaku gaslighting adalah, contoh perilaku gaslighting, perilaku yang disalah artikan sebagai gaslighting, bukan gaslighting, gaslighting itu apa, Hati-hati, 5 Perilaku Ini Sering Dianggap Gaslighting Padahal Bukan, 1. Saat seseorang mengoreksi ucapan kita, 2. Saat seseorang lupa atau ingat hal secara berbeda, 3. Saat seseorang menjadi defensif, 4. Menafsirkan gaslighting saat sedang emosi, 5. Saat terbawa pengalaman masa lalu

Fenomena gaslighting sering disalahpahami. Inilah beberapa perilaku yang kerap dikira gaslighting, padahal sebenarnya tidak.

Pengalaman buruk masa lalu bisa membentuk bias dalam menilai hubungan saat ini. Hal ini juga bisa membuat seseorang mudah menganggap perilaku orang lain merupakan gaslighting jika dia pernah mengalami trauma.

“Jika kita punya luka lama yang belum sembuh, perilaku pasangan baru bisa terasa seperti gaslighting meski sebenarnya tidak,” tutur Carla Marie Manly, PhD, psikolog klinis dan penulis Date Smart.

Manly mencontohkan, jika mantan pasangan dulu kerap melakukan gaslighting, kita bisa jadi lebih sensitif dan menganggap pasangan saat ini melakukan hal yang sama. 

Pentingnya berpikir dua kali sebelum menuduh gaslighting

Gaslighting memang nyata dan berbahaya. Namun, salah mengartikan dan menelaah perilaku gaslighting bisa merusak hubungan.

“Jika ragu, tanyakan pada diri sendiri, apakah orang ini benar-benar berusaha mengendalikan dan membuat saya bingung dengan realitas saya?,” saran Manly. 

Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih bijak dalam menilai situasi, menghindari tuduhan yang keliru, dan menjaga hubungan tetap sehat.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.