Psikolog Jelaskan 7 Ciri Pasangan yang Suka Manipulasi dan Gaslighting
- 1. Menyangkal fakta secara terang-terangan
- 2. Memutarbalikkan fakta (blame shifting)
- 3. Meremehkan perasaan orang lain (trivializing)
- 4. Love bombing dan penarikan diri
- 5. Menggunakan orang lain untuk memojokkan
- 6. Menjadikan diri sendiri korban (playing the victim)
- 7. Kata-kata tidak sesuai dengan perbuatan

Perilaku manipulatif dan gaslighting menjadi topik yang sangat penting untuk dipahami karena sifatnya yang halus dan berkembang secara bertahap.
Banyak korban seringkali tidak menyadari mereka sedang dimanipulasi hingga dampaknya sudah cukup signifikan terhadap kesehatan mental dan hubungan interpersonal mereka.
Kesulitan mengenali perilaku ini membuat korban kerap meragukan diri sendiri, merasa bersalah, atau bahkan mempertanyakan kewarasan mereka.
Oleh karena itu, memahami tanda-tanda manipulasi dan gaslighting menjadi langkah awal yang krusial untuk melindungi diri.
Apa itu manipulatif dan gaslighting?
Psikolog dari Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal mengatakan, mengerti ciri orang dengan kepribadian ini sangat penting karena perilaku manipulatif dan gaslighting sering sulit dikenali karena sifatnya yang halus dan bertahap.
"Dalam psikologi, manipulasi adalah strategi sosiopsikologis di mana seseorang mencoba mengubah persepsi atau perilaku orang lain melalui taktik yang menipu, mengeksploitasi, atau tidak langsung. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kendali atau keuntungan pribadi," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (30/12/2025).
Sedangkan gaslighting, adalah bentuk manipulasi yang lebih ekstrem dan spesifik.
"Istilah ini merujuk pada upaya sistematis untuk membuat korban meragukan ingatan, persepsi, atau kesehatan mental mereka sendiri. Korban gaslighting sering merasa seperti kehilangan akal atau tidak lagi percaya pada diri sendiri," sambung Danti.
7 ciri pasangan yang manipulatif dan gaslighting
Berikut adalah tanda-tanda merah (red flags) yang perlu diwaspadai dalam hubungan:
1. Menyangkal fakta secara terang-terangan
Meskipun Anda punya bukti atau ingatan yang jelas, mereka akan berkata, "Aku nggak pernah ngomong gitu," atau "Kamu cuma mengada-ada."
Orang yang suka gaslighting selalu bersikeras pada kebohongan sampai Anda mulai meragukan ingatan sendiri.
2. Memutarbalikkan fakta (blame shifting)
Saat mereka melakukan kesalahan, mereka akan mencari cara agar itu terlihat seperti kesalahan Anda.
Contoh: "Aku selingkuh karena kamu nggak pernah punya waktu buat aku."
Ini membuat Anda merasa harus meminta maaf atas kesalahan yang sebenarnya mereka lakukan.
3. Meremehkan perasaan orang lain (trivializing)
Setiap kali Anda merasa terluka atau protes, mereka akan melabeli Anda sebagai orang yang terlalu sensitif, baperan, atau drama queen.
"Ini adalah cara mereka untuk membungkam keluhanmu tanpa harus bertanggung jawab," jelas Danti.
4. Love bombing dan penarikan diri
Manipulator sering menggunakan pola tarik-ulur.
Di awal, mereka sangat memuja dan memberikan perhatian berlebih (love bombing). Namun, begitu Anda terikat, mereka tiba-tiba menjadi dingin atau kasar untuk membuat Anda merasa haus akan validasi mereka kembali.
5. Menggunakan orang lain untuk memojokkan
Mereka mungkin berkata, "Teman-temanmu juga mikir kamu aneh lho," atau "Ibumu sendiri bilang ke aku kalau kamu itu susah diatur".
Seringkali ini adalah bohong, tujuannya agar Anda merasa terisolasi dan hanya bisa mengandalkan mereka.
6. Menjadikan diri sendiri korban (playing the victim)
Ketika Anda mencoba mengonfrontasi perilaku buruk mereka, mereka akan menangis atau bercerita tentang betapa berat hidup mereka.
Akhirnya, fokus diskusi beralih dari kesalahan mereka menjadi bagaimana cara Anda menghibur mereka.
7. Kata-kata tidak sesuai dengan perbuatan
Mereka mungkin sangat mahir berkata-kata manis atau janji manis, tapi tindakan nyata mereka selalu bertolak belakang.
"Jadi fokuslah pada apa yang mereka lakukan, bukan apa yang mereka katakan," pungkas Danti.
Nah, itulah 7 tanda seseorang suka manipulasi dan gaslighting. Jika ada alarm tersebut, segera sadari dan berkemaslah menuju hubungan yang lebih sehat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang