Sejarah Keris Nogo Siluman Milik Pangeran Diponegoro yang Akan Dipulangkan Prabowo
Pemerintah Indonesia berencana memulangkan sejumlah koleksi bersejarah dari luar negeri, termasuk pusaka milik tokoh nasional.
Salah satunya adalah Keris Nogo Siluman, yang diyakini merupakan milik Pangeran Diponegoro.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menginginkan koleksi bersejarah yang berada di luar negeri kembali ke Indonesia.
“Masih ada keris Teuku Umar, keris Nogo Siluman yang kemungkinan milik Pangeran Diponegoro, serta koleksi raja-raja Jawa dan Sultan Madura yang ada di museum Belanda,” ujar Fadli di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, pemulangan benda bersejarah ini merupakan langkah untuk mengembalikan hak-hak budaya dan kedaulatan bangsa.
Misteri Keris Pangeran Diponegoro
Dosen Prodi Keris ISI Surakarta, Dr. Kuntadi Wasi Darmojo, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa Keris Nogo Siluman adalah salah satu pusaka utama Pangeran Diponegoro.
Selain keris ini, Diponegoro juga memiliki pusaka lain seperti Keris Kyai Ageng Bondoyudo dan Tombak Kyai Rondhan
Sejak Perang Diponegoro berakhir pada 1830, keberadaan keris ini menjadi misteri.
Seiring waktu, muncul bukti bahwa keris tersebut berada di Belanda.
Salah satu jejaknya adalah surat Sentot Prawirodirjo, panglima perang Diponegoro, yang menuliskan bahwa Diponegoro menyerahkan Keris Nogo Siluman kepada Kolonel Jan-Baptist Cleerens.
Selain itu, maestro lukis Raden Saleh juga pernah menyaksikan langsung keris tersebut di Belanda, dan menggambarkannya dengan hiasan emas di bagian ekor dan ukiran naga pada bilahnya.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid van Engelshoven (kiri); Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja (tengah) dan Direktur Nationaal Museum van Wereldculturen, Stijn Schoonderwoerd (kanan) saat penyerahan keris Pangeran Diponegoro.
Pemulangan Keris Pangeran Diponegori pada 2020 dan Kontroversinya
Pada 5 Maret 2020, Belanda sempat mengembalikan Keris Kiai Nogo Siluman ke Indonesia. Saat itu keris dipajang di Museum Nasional dan kemudian disimpan di Museum Keris Solo.
Namun, pemulangan tersebut menimbulkan perdebatan akademis.
Dr. Kuntadi menjelaskan bahwa bentuk fisik keris yang dipulangkan kala itu dinilai berbeda dengan pakem dhapur “Nogo Siluman” dan justru lebih mirip dhapur Nogo Raja.
“Ketika dikatakan bentuk dhapurnya keris Nogo Siluman, ternyata bentuknya mirip dhapur keris Nogo Raja. Jadi muncul perdebatan kala itu,” ujar Dr. Kuntadi, saat dihubungi KOMPAS.com, Sabtu (4/10/2025).
Hingga kini, ia mengaku belum melihat langsung fisik keris yang akan dipulangkan di era Presiden Prabowo, sehingga belum bisa memastikan apakah berbeda dengan Keris Nogo Siluman yang sudah dikembalikan pada 2020.
Simbol Perlawanan Pangeran Diponegoro
Dikutip dari pemberitaan KOMPAS.com, 11 Desember 2023 lalu, sejarawan UGM, Dr. Sri Margana, menilai bahwa Keris Nogo Siluman bukan sekadar benda pusaka, tetapi benar-benar digunakan dalam Perang Jawa (1825–1830).
Hal ini terlihat dari kerusakan pada bilahnya akibat sering dipakai dalam pertempuran.
Jika rencana pemulangan terbaru terwujud, keris ini rencananya disimpan di Museum Nasional, berdampingan dengan koleksi fosil Homo Erectus Eugene Dubois yang juga akan pulang ke Indonesia pada akhir 2025.
“Pemulangan benda-benda bersejarah ini adalah momentum untuk menguatkan kembali jati diri bangsa melalui warisan leluhur,” kata Fadli Zon.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan "Fadli Zon Sebut Prabowo Ingin Pulangkan Keris Teuku Umar hingga Nogo Siluman".