Dari Hobi KPop Jadi Ladang Cuan, Ini Cerita di Balik EO Kkumkkae.co
Untuk beberapa orang, menyukai idola Korean Pop atau K-Pop bukan lagi sekadar hobi yang membuat hati senang atau menjadi pelarian ketika sedang merasa sedih dan putus asa.
Bagi seorang K-popper bernama Ejas, menyukai K-pop alias “nge-Kpop” sudah lebih dari sekadar hobi. Ia menjadikannya sebagai ladang cuan dengan mendirikan Kkumkkae.co, sebuah event organizer (EO) sekaligus komunitas bagi pencinta K-Pop untuk saling terkoneksi satu sama lain.
“Aku memang K-Popper dan ARMY (sebutan untuk penggemar boyband BTS) Makanya apa yang aku kerjakan ini sangat dekat sekali dengan hobiku,” ucap Ejas kepada Kompas.com di Aula Majapahit, Museum Mandiri, Jakarta Barat pada Minggu (23/11/2025).
Kkumkkae.co sebagai komunitas untuk K-Poppers
Tempat kumpul sehobi
Kkumkkae.co, selanjutnya disebut Kkumkkae, didirikan pada tahun 2022, tepatnya setelah pandemi Covid-19 dinyatakan mereda. Ejas, yang punya latar belakang di dunia event organizer (EO), tertarik untuk mendirikan EO yang bergerak di pasar K-Pop.
Sebab, ternyata masih banyak penggemar K-pop yang kebingungan mencari acara untuk menyalurkan hobi mereka.
Perayaan ulang tahun member BTS bernama Park Jimin bertajuk Face of the Night yang digelar oleh Army melalui event organizer Kkumkkae.co di Aula Majapahit, Museum Mandiri, Jakarta Barat pada Minggu (23/11/2025).
Melalui Kkumkkae, Ejas menghadirkannya lewat acara-acara yang menarik, salah satunya merayakan ulang tahun artis K-Pop, selanjutnya disebut idol.
Umumnya, EO yang bergerak di pasar K-Pop memang digerakkan oleh orang-orang yang sudah “berenang” di dunia K-Pop cukup lama, dan masuk ke dalam satu atau lebih fandom.
Dengan demikian, mereka lebih paham dengan apa yang diinginkan K-Poppers Indonesia, beserta kebiasaan dan "tradisi" dalam fandom tersebut.
Terbuka untuk semua fandom
Pendiri event organizer Kkumkkae.co, Ejas (outer pink) dalam perayaan ulang tahun member BTS bernama Park Jimin bertajuk Face of the Night yang digelar oleh Army melalui Kkumkkae.co di Aula Majapahit, Museum Mandiri, Jakarta Barat pada Minggu (23/11/2025).
Fandom adalah sebutan untuk penggemar K-Popper secara umum. Di dalam K-Pop, ada fandom lain selain ARMY, misalnya ELF untuk boyband Super Junior, Exo-L untuk boyband EXO, NCTZen untuk boyband NCT, ReVeluv untuk girlband Red Velvet, COER untuk boyband CORTIS, Once untuk girlband TWICE, dan Plli untuk virtual idol Plave.
Ejas mengaku bahwa sebagian besar penggerak Kkumkkae adalah ARMY. Namun, bukan berarti Kkumkkae adalah EO khusus ARMY.
“Dari Kkumkkae sendiri, sebenarnya banyak klien kami. Jadi kami sudah beberapa kali pernah bikin perayaan ulang tahun untuk (idol) lain juga. Cuma memang lebih banyaknya (acara) BTS karena di Jabodetabek khususnya, ARMY gede banget,” ucap dia.
Merayakan ulang tahun idol K-Pop, acara paling ramai peminat
Lebih dari sekadar merayakan
Perayaan ulang tahun member BTS bernama Park Jimin bertajuk Face of the Night yang digelar oleh Army melalui event organizer Kkumkkae.co di Aula Majapahit, Museum Mandiri, Jakarta Barat pada Minggu (23/11/2025).
Ada banyak fan project (proyek dari penggemar) yang pernah dikerjakan oleh Ejas, tapi yang paling rutin dilakukan adalah merayakan ulang tahun idol. Namun, acara tersebut bukan sekadar perayaan saja.
Untuk acara yang berkaitan dengan BTS, Ejas menyelipkan sesi healing dan noraebang (karaoke) supaya acara lebih menarik.
“Kami pikirnya kalau cuma perayaan ulang tahun kayaknya agak kurang. Karena untuk BTS sendiri, mereka itu bawa kampanye ‘Love Yourself’. Menurut kami, akan lebih baik kalau kami bikin acara yang diselipkan dengan healing session,” jelas dia.
Kenapa merayakan ulang tahun idol?
Ejas mengaku, ini adalah pertanyaan yang paling sering ia terima sebagai seorang K-Popper dan pendiri EO yang bergerak di pasar K-Pop.
Ia pun tidak menampik bahwa para idol tidak ada yang secara personal mengenal penggemarnya, termasuk Ejas dan sesama ARMY lainnya sehingga wajar bagi “normies” atau non-K-poppers untuk menganggap mereka aneh.
Namun, semua ini berkaitan dengan kelekatan emosional yang dirasakan oleh para K-Poppers terhadap idol yang mereka gemari.
“Rata-rata, K-Poppers hadir dan merayakan karena lagu-lagu mereka relate banget sama fans. Kedua, rata-rata fans itu menemani para idol dari masa trainee, yang mana enggak pendek waktunya, bertahun-tahun,” jelas Ejas.
Perayaan ulang tahun member BTS bernama Park Jimin bertajuk Face of the Night yang digelar oleh Army melalui event organizer Kkumkkae.co di Aula Majapahit, Museum Mandiri, Jakarta Barat pada Minggu (23/11/2025).
“Banyak fans yang sudah menemani mereka dari masa trainee, jadi mereka (idol) punya perjalanan yang relate sama jatuh bangunnya mereka (K-poppers). Memang benar kita enggak kenal secara pribadi, tapi kita merasa punya ikatan,” sambung dia.
Ikatan emosional itu membuat para K-Poppers tidak segan untuk merayakan ulang tahun idolanya. Mereka menganggap bahwa para idol pantas untuk dirayakan oleh para penggemar.
“Sebenarnya kalau untuk dibilang apakah ini fanatik atau enggak, ini sama aja kayak fans lain. Cuma, K-Poppers terlihat lebih besar karena mereka banyak dan kompak sekali,” tutur Ejas.
Ruang aman bagi K-Poppers
Perayaan ulang tahun member BTS bernama Park Jimin bertajuk Face of the Night yang digelar oleh Army melalui event organizer Kkumkkae.co di Aula Majapahit, Museum Mandiri, Jakarta Barat pada Minggu (23/11/2025).
Kkumkkae dan EO lainnya yang bergerak di pasar K-Pop memiliki tujuan yang sama yaitu sama-sama ingin memberikan ruang aman bagi K-Poppers untuk mengekspresikan diri.
“Kalau K-Poppers itu sering bilangnya, cuma di tempat ini (acara yang digelar) enggak ada yang nge-judge (menghakimi). Cuma di tempat ini pakai pakaian (unik) atau tas yang penuh bag charms, enggak ada yang nge-judge,” tutur Ejas.
Faktanya, para idol memang tidak mengenal satu per satu penggemarnya, dan apa yang mereka lakukan sehari-hari.
“Tapi, fakta di lapangan, teman-teman tetap senang dan merasa, ketika pulang dari acara-acara fan project kayak gini, mereka pulang dengan perasaan bahwa mereka bisa menghadapi seminggu ke depan dengan suasana hati yang senang,” tutur Ejas.
Ketika datang ke acara-acara yang digelar pun, para K-Poppers merasa seperti sedang bertemu keluarga karena mereka memiliki hobi yang sama. Topik obrolan pun saling nyambung.
“Mereka jadi punya teman untuk nge-hype bareng-bareng. Karena kalau di luar, kayaknya enggak mungkin deh kita tiba-tiba nyanyi lagu K-Pop kencang-kencang. Kalau di perkumpulan, kita bisa lebih bebas karaokean,” lanjut dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang