Cerita di Balik Kopi Asal Pegunungan Arfak Papua, Akhirnya Raih Juara

festival kopi, Kopi Arfak, Manual Brew Competition, Rizal Abidin, Cerita di Balik Kopi Asal Pegunungan Arfak Papua, Akhirnya Raih Juara

Kopi dari Pegunungan Arfak, Papua Barat, berhasil meraih Juara Tiga dalam Festival Manual Brew Competition di Jayapura, Provinsi Papua.

Festival ini menghadirkan petani dan komunitas kopi se-tanah Papua yang digelar oleh Bank Indonesia (BI).

Kopi Arfak (Arabika) tumbuh di dataran tinggi Pegunungan Arfak, Papua Barat, dengan cita rasa khas yang kaya nuansa cokelat, herbal, dan rempah alami.

Terdapat 24 peserta yang ikut menyeduh produk kopi di setiap daerah. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 20 hingga 22 September 2025 di Kota Jayapura.

Rizal Abidin, perwakilan Komunitas Kopi Manokwari, mengaku bangga dengan peringkat juara tiga dalam Festival Manual Brew Competition di Jayapura. Ia mengaku tak pernah membayangkan bisa meraih juara tiga.

"Ini capaian luar biasa dan jadi kebanggaan kami komunitas kopi, tetapi juga seluruh masyarakat di Papua Barat karena akhirnya produk Kopi Arfak mendapat tempat dalam festival Manual Brew Competition," kata Rizal Abidin pada Kamis (25/9/2025).

Rizal mengaku sudah delapan kali digelar Festival Kopi oleh Bank Indonesia di Jayapura, Papua, dan baru kali ini Kopi asal Pegunungan Arfak mendapat tempat sebagai juara tiga.

"Ini baru pertama kali Kopi Arfak dapat juara tiga, pada festival sebelumnya tidak pernah dapat juara," kata pria yang kerap disapa Ichal Vet Cafe.

Selain meraih juara, ia mengaku dalam kegiatan festival itu ada banyak hal yang didapatkan, misalnya kewajiban setiap kafe untuk menjual kopi produk lokal Papua.

"Minat pengunjung untuk membeli kopi asal Arfak cukup tinggi, bayangkan kami menjual sekitar 80 bungkus, isinya ada 200 gram dan ada yang 125 gram, rata-rata 100.000 per 200 gram. Kalau 125 gram, kami kasih harga saat itu Rp60.000, habis dalam dua hari," kata Rizal.

festival kopi, Kopi Arfak, Manual Brew Competition, Rizal Abidin, Cerita di Balik Kopi Asal Pegunungan Arfak Papua, Akhirnya Raih Juara

Ketua Komunitas Kopi Manokwari Roland dan Sekertaris Rizal Abidin saat menerima penghargaan

Setiap tahun, Bank Indonesia terus menggelar Festival Kopi bertujuan mempromosikan produk lokal di kancah regional dan nasional.

Namun, secara spesifik, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten di Papua Barat belum memberikan perhatian serius terhadap produk-produk kopi di Papua Barat, terutama kopi asal Arfak.

"Kopi Arfak bukan hanya sekadar minuman kopi biasa, tapi warisan budaya dan kerja keras petani kopi Papua Barat yang merawat setiap biji kopi dengan penuh ketekunan," katanya.

Rizal berharap perhatian serius dari pemerintah provinsi dan pemerintah daerah agar lebih fokus terhadap pengembangan tanaman kopi hingga ke tingkat petani terutama pemberdayaan petani kopi dan penyediaan lahan.

"Saya pernah ditawari oleh seorang pengusaha asal Jepang untuk menyediakan kopi lokal satu ton, tetapi saya tolak karena tidak mampu, sebab produksi kopi di sini belum mencapai itu," kata Sekretaris Komunitas Kopi Manokwari itu.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.