Cerita di Balik Penyerangan Polres Lumajang, Dipicu Kematian Terduga Pencuri Hewan

Lumajang, polres lumajang, penyerangan mapolres lumajang, pelaku penyerangan mapolres lumajang, sebab penyerangan mapolres lumajang, terduga pencurian tewas, Polres Lumajang diserang, kerusuhan Lumajang, kematian tahanan polisi, pencurian hewan Lumajang, Mapolres Lumajang rusak, Cerita di Balik Penyerangan Polres Lumajang, Dipicu Kematian Terduga Pencuri Hewan

— Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Lumajang, Jawa Timur, diserang puluhan warga pada Minggu (12/10/2025) malam.

Massa mengamuk karena salah satu warga yang menjadi terduga pelaku pencurian hewan dilaporkan meninggal dunia setelah diamankan polisi.

Peristiwa penyerangan terjadi sekitar pukul 20.14 WIB. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, massa datang dengan menumpangi empat mobil pikap sambil meneriakkan kekesalan terhadap pihak kepolisian.

Personel Polres Lumajang yang berjaga di dalam gerbang sudah bersiaga. Namun, amarah massa tak terbendung. Mereka merusak portal dan membobol gerbang utama Mapolres Lumajang.

Setelah berhasil masuk ke area markas polisi, situasi berubah menjadi kacau. Massa melempar helm, papan tulisan, hingga batu ke arah petugas.

Tak lama berselang, polisi akhirnya berhasil mengendalikan keadaan. Belasan orang berhasil diamankan setelah sempat melakukan tindakan anarkis.

Berawal dari Kematian Terduga Pencuri Hewan

Diketahui, massa yang menyerang Mapolres Lumajang merupakan warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Aksi tersebut dipicu oleh meninggalnya seorang pria bernama Rudi Hartono, yang sebelumnya diamankan polisi karena diduga terlibat kasus pencurian hewan.

Rudi dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang pada Minggu sore (12/10/2025). Kematian Rudi memicu kemarahan keluarga dan warga setempat yang menilai ada kejanggalan dalam proses penangkapan.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, membenarkan bahwa peristiwa penyerangan dipicu kematian seorang tersangka.

“Kejadian hari ini (penyerangan Mapolres Lumajang) berawal dari adanya tersangka yang meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Untoro di Mapolres Lumajang, Minggu malam.

Massa Datangi Rumah Sakit Sebelum Menyerang Polres

Sebelum menyerang Mapolres, massa sempat mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang untuk menjemput jenazah Rudi Hartono. Mereka meminta pihak rumah sakit melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Namun, karena belum mendapat kepastian dari pihak rumah sakit, keluarga kemudian membawa jenazah ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk dilakukan autopsi. Dalam suasana penuh emosi, sebagian warga kemudian bergerak ke Mapolres Lumajang menggunakan mobil pikap.

Di rumah sakit, kerabat korban, Jalil Purwanto, mengaku tidak terima atas kematian Rudi.

“Saya cari keadilan. Dari rumah itu (Rudi) baik-baik saja, sekarang sudah meninggal,” kata Jalil di RS Bhayangkara Lumajang.

Massa yang sudah dikuasai amarah kemudian meneriakkan tuntutan keadilan dan menuding polisi telah melakukan penganiayaan terhadap Rudi sebelum meninggal dunia.

Kerusakan di Mapolres Lumajang dan 18 Orang Diamankan

Akibat amukan massa, sejumlah fasilitas di Mapolres Lumajang mengalami kerusakan ringan. Beberapa helm yang terparkir di halaman mako rusak, kaca di lantai dua gedung Mapolres retak akibat lemparan batu, dan portal depan gerbang hancur.

Polisi kemudian mengamankan 18 orang yang diduga terlibat dalam aksi anarkis tersebut. Selain itu, dua unit mobil pikap yang digunakan untuk mengangkut massa juga ikut diamankan.

“Saat ini ada 18 orang yang kita amankan dan sedang kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Ipda Untoro.

Meski terjadi kerusuhan, Untoro memastikan bahwa situasi terkini di Mapolres Lumajang sudah berangsur kondusif.

“Terdapat kerusakan ringan, tapi situasinya sudah aman terkendali,” tegasnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian Rudi Hartono serta dugaan penganiayaan yang disuarakan keluarga.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing provokasi dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.