Kalah dari PSG, Hansi Flick Janji Barcelona Terus Berjuang di Liga Champions

Kalah dari PSG, Hansi Flick Janji Barcelona Terus Berjuang di Liga Champions

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, yang didampingi asistennya, Markus Sorg, menjadi tokoh utama dalam perayaan Oktoberfest dalam sebuah acara komersial di gedung Passeig de Gracia.

Ia menjadi tamu kehormatan dalam jamuan makan malam tersebut. Lalu, ia menyampaikan pesan positif menyusul kekalahan melawan Barcelona atas PSG di Liga Champions.

"Saya berjanji kami akan berjuang untuk Liga Champions," ujar Flick saat makan malam.

Hansi Flick soal Peluang Barcelona Juara Liga Champions Musim ini

Hansi Flick bicara soal peluang Barcelona di Liga Champions
Hansi Flick bicara soal peluang Barcelona di Liga Champions. Foto: Dok. FC Barcelona

Ketika ditanya sebelum makan malam soal peluang Barcelona untuk memenangkan gelar musim ini, Flick menjawab: "Musim lalu adalah yang terbaik dalam hidup saya. Sejujurnya, ini tidak mudah. Musim lalu, ketika kami berada di dalam bus di Barcelona (merujuk pada parade perayaan gelar La Liga dan Copa del Rey)."

Ia menekankan, bahwa Barcelona akan memberikan yang terbaik, tetapi itu tidak mudah. Jika itu terjadi, maka dirinya akan sangat senang.

Musim lalu, Barcelona mengangkat trofi La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Mereka bahkan berhasil mencapai semifinal Liga Champions.

Hansi Flick Kenang Momen Istimewa di Bayern Munich

Hansi Flick kenang momen di Bayern Munich
Hansi Flick kenang momen di Bayern Munich. Foto: Dok. FC Bayern

Flick juga mengenang pencapaian terbesarnya bersama Bayern Munich. Ia mengatakan, bahwa momen istimewanya adalah saat memenangkan Liga Champions bersama Bayern.

“Hari paling istimewa saya bersama Bayern adalah ketika kami memenangkan Liga Champions. Sungguh spektakuler. Di Barcelona, semua orang menginginkannya, dan kami akan berjuang untuk mewujudkannya. Ini tidak akan mudah, tetapi saya berjanji kami akan berjuang," tambahnya.

Selain itu, Flick juga memberikan sedikit gambaran tentang persiapan pertandingan di kompetisi teratas Eropa ini.

“Pertemuan pertama berfokus pada bola mati, lalu kami makan siang. Setelah itu, para pemain beristirahat, begitu pula para pelatih. Sebelum meninggalkan hotel, kami membahas kembali rencana permainan dan kemudian berangkat. Biasanya kami ingin menang, tetapi melawan PSG, itu mustahil," tambahnya. (sof)