Prabowo Anugerahkan Pangkat Kehormatan untuk Bibit Waluyo, Ini Alasannya…

Prabowo Subianto, purnawirawan, Bibit Waluyo, presiden Republik Indonesia, jenderal kehormatan, pangkat istimewa, Prabowo Anugerahkan Pangkat Kehormatan untuk Bibit Waluyo, Ini Alasannya…

Letnan Jenderal TNI (Purn) Bibit Waluyo menjadi salah satu dari 11 nama purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mendapatkan pangkat istimewa atau jenderal kehormatan (HOR) dari Presiden Prabowo Subianto, Kamis (2/10/2025).

Penganugerahan dilakukan dalam acara Presidential Inspection di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW-992).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para Kepala Staf Angkatan.

Jenderal Kehormatan adalah pangkat militer tertinggi yang diberikan secara simbolis kepada seseorang sebagai bentuk penghargaan, meski orang tersebut tidak menjalani karier militer hingga mencapai pangkat tersebut secara struktural.

Alasan Probowo beri pangkat Jenderal Kehormatan

Prabowo Subianto, purnawirawan, Bibit Waluyo, presiden Republik Indonesia, jenderal kehormatan, pangkat istimewa, Prabowo Anugerahkan Pangkat Kehormatan untuk Bibit Waluyo, Ini Alasannya…

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berkunjung ke beberapa desa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (13/2/2019). Dari mulai Desa Panaruban hingga Desa Slinga. Dalam kunjungannya itu, Prabowo didampingi oleh mantan Gubernur Jawa Tengah Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo.

Penganugerahan pangkat istimewa tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 93/TNI Tahun 2025 tentang Penganugerahan Pangkat secara Istimewa.

Prabowo menjelaskan, penghargaan ini diberikan kepada perwira tinggi TNI yang dinilai telah memberikan jasa dan pengabdian terbaik sepanjang karier militernya.

“Selama pengabdian mereka dalam dinas kemiliteran, mereka telah berbuat yang sangat berguna bahkan melebihi panggilan tugas. Untuk itu saya mendapat kehormatan hari ini memberi penghargaan tersebut,” ujar Prabowo, dikutip dari laman Presiden Republik Indonesia, Kamis (2/10/2025).

Prosesi penganugerahan dilakukan secara simbolis, dengan pemasangan pangkat baru dan penanggalan pangkat lama kepada dua perwira purnawirawan, termasuk Bibit Waluyo.

Bibit Waluyo pensiun dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen) sebelum hari ini dianugerahi pangkat Jenderal Kehormatan oleh Presiden RI ke-8.

Profil dan karier Bibit Waluyo

Prabowo Subianto, purnawirawan, Bibit Waluyo, presiden Republik Indonesia, jenderal kehormatan, pangkat istimewa, Prabowo Anugerahkan Pangkat Kehormatan untuk Bibit Waluyo, Ini Alasannya…

Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2013, ditemui dikediamannya di Kampung Cacaban, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (23/1/2018).

Bibit Waluyo lahir di Klaten, Jawa Tengah, 5 Agustus 1949.

Ia merupakan lulusan Akademi Militer (AKABRI Darat) Magelang angkatan 1972 dan pensiun dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal TNI (Letjen) sebelum dianugerahi Jenderal TNI Kehormatan.

Selama masa dinasnya, Bibit Waluyo tercatat sudah banyak bertugas di berbagai kesatuan Kostrad dari 1972 hingga 2008, dikutip dari Tribun, Kamis (2/10/2025).

Jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:

  • Panglima Kodam IV/Diponegoro (1999–2000)
  • Panglima Kodam Jaya (2001–2002)
  • Panglima Kostrad (2002–2004)

Selain karier militer, Bibit Waluyo juga meniti karier politik.

Ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah (2008-2013) dengan wakil gubernur Rustriningsih.

Ia mengawali karier politik bersama PDIP, dari periode 2008 hingga 2013. Setelahnya, berstatus independen.

Salah satu program unggulannya adalah Bali Ndeso Mbangun Deso, yang fokus pada pembangunan desa.

Dalam perjalanan karier politiknya, Bibit pernah terlibat ketegangan dengan Joko Widodo saat itu Wali Kota Solo terkait pembangunan mal di atas bekas Pabrik Es Saripetojo.

Bibit sempat menyebut Jokowi "bodoh" karena menolak pembangunan tersebut, tetapi pada April 2023 ia meminta maaf kepada masyarakat Solo dan berharap polemik tersebut dilupakan.

“Sudahlah, lupakan saja. Yang sudah ya sudah. Maaf kalau saya salah, terima kasih telah dikoreksi,” ujar Bibit saat itu.