Dirawat di Rumah Sakit, Nadiem Makarim Tetap Diborgol dan Dijaga Petugas Kejagung
Tersangka kasus pengadaan laptop Chromebook yang juga mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, kini sedang dirawat di rumah sakit.
Menurut informasi, ia harus menjalani operasi. Kejaksaan Agung (Kejagung) pun menjamin pengamanan terhadap Nadiem di RS.
"Kalau dibantar dengan sakit pasti ada penjagaan," ujar Kapuspenkum, Anang Supriatna kepada wartawan di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (2/10).
Anang menyebutkan, ada enam petugas yang bergantian melakukan pengamanan terhadap Nadiem. Ia juga mengatakan, bahwa tangan Nadiem tetap diborgol.
"Jadi pagi dua orang, dua orang bergantian. (Tangan Nadiem diborgol atau tidak) sesuai ketentuan. Iya (diborgol) tergantung situasi," tuturnya.
Anang juga menambahkan, bahwa sudah dua pekan Nadiem dibantarkan.
"Yang penting masih ada (di rumah sakit) nggak ke mal," ujar Anang yang enggan memberitahu di mana rumah sakit Nadiem dirawat.
Namun, Anang belum menjelaskan secara pasti kondisi Nadiem. Pembantaran Nadiem ke rumah sakit dilakukan pada pekan lalu.
"Nanti saya cek apakah sudah dilakukan operasi langsung atau nanti dalam tahap pasca pemulihan," jelas dia.
Sebelumnya, Nadiem dijadikan tersangka oleh Kejagung dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada Kamis (4/9) lalu.
Ia langsung ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Nadiem pun tak terima dan melawan status tersangkanya itu dengan mengajukan gugatan praperadilan.
Tim kuasa hukum Nadiem mengatakan, objek gugatan praperadilan itu terkait penetapan tersangka dan penahanan Nadiem.
Menurut tim kuasa hukum, penetapan tersangka mantan bos GoJek itu tidak memenuhi alat bukti yang sah. (knu)