Roti Soboro Korea Selatan Bakal Dibuat AI, Bukan Lagi Tangan Manusia

roti soboro, Daejeon, Roti Soboro Korea Selatan Bakal Dibuat AI, Bukan Lagi Tangan Manusia, Roti Soboro ikonis Korea Selatan masuk era AI, AI untuk roti, teknologinya mirip industri semikonduktor, Korea Selatan perluas penggunaan AI, Kuliner tradisional bertemu teknologi masa depan

 Salah satu kuliner paling terkenal di Korea Selatan akan memasuki era baru. Roti soboro goreng khas Sungsimdang, toko roti legendaris asal Daejeon, direncanakan diproduksi menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotik.

Sungsimdang berencana mengotomatisasi seluruh proses pembuatan roti soboro, mulai dari pengolahan adonan, pemanggangan, hingga pengemasan.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi beban kerja karyawan yang selama ini menangani pekerjaan berulang di lingkungan bersuhu tinggi.

Roti soboro adalah roti manis khas Korea yang memiliki tekstur renyah di bagian luar dan lembut di dalam.

Di Daejeon, roti ini telah menjadi kuliner ikonik yang identik dengan toko roti Sungsimdang dan populer di kalangan wisatawan.

Roti Soboro ikonis Korea Selatan masuk era AI

Sungsimdang didirikan pada 1956 sebagai toko roti sederhana di dekat Stasiun Daejeon. Seiring waktu, toko ini berkembang menjadi salah satu simbol kuliner kota tersebut.

Produk yang paling dikenal adalah roti soboro goreng, yakni roti manis dengan lapisan luar renyah dan isian lembut bermentega.

Selain itu, Sungsimdang juga terkenal dengan kue siru yang menggunakan buah-buahan musiman seperti stroberi, ara, dan mangga.

Kini, proses produksi roti yang selama puluhan tahun identik dengan keterampilan para pembuat roti akan dibantu oleh sistem AI dan robot.

Menurut pihak perusahaan dilansir dari Korea Joongang Daily (3/6/2026), teknologi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan produktivitas hingga sekitar 20 persen.

Produksi dari adonan hingga kemasan akan diotomatisasi

Rencana modernisasi ini mencakup seluruh tahapan produksi. AI dan robot akan membantu menyiapkan adonan, mengatur proses pemanggangan, hingga mengemas produk sebelum didistribusikan ke pelanggan.

Perusahaan menyebut sistem baru ini dirancang untuk mengurangi pekerjaan yang bersifat repetitif dan berat bagi karyawan.

roti soboro, Daejeon, Roti Soboro Korea Selatan Bakal Dibuat AI, Bukan Lagi Tangan Manusia, Roti Soboro ikonis Korea Selatan masuk era AI, AI untuk roti, teknologinya mirip industri semikonduktor, Korea Selatan perluas penggunaan AI, Kuliner tradisional bertemu teknologi masa depan

Roti soboro khas Sungsimdang telah menjadi salah satu oleh-oleh kuliner paling terkenal di Daejeon, Korea Selatan.

Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan teknologi juga diharapkan membantu menjaga konsistensi kualitas produk yang setiap hari diproduksi dalam jumlah besar.

Transformasi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi AI mulai diterapkan pada industri makanan dan minuman, bukan hanya sektor manufaktur berat seperti semikonduktor atau otomotif.

AI untuk roti, teknologinya mirip industri semikonduktor

Menteri Perindustrian Korea Selatan Kim Jung-kwan bahkan mengunjungi salah satu gerai Sungsimdang di Lotte Department Store, Daejeon, untuk melihat langsung program percontohan pabrik pintar berbasis AI yang digunakan dalam produksi roti soboro.


Dalam sistem tersebut, AI juga dimanfaatkan untuk memeriksa kualitas produk dan mendeteksi kekurangan pada roti secara otomatis.

“Kami mengonfirmasi bahwa AI yang digunakan untuk mendeteksi cacat pada semikonduktor dan AI yang digunakan untuk mengidentifikasi kekurangan pada roti soboro secara teknologi sangat mirip,” kata Kim.

Ia menambahkan, “Kami akan memperluas inisiatif ini tidak hanya di sektor manufaktur, tetapi juga ke seluruh perekonomian.”

Korea Selatan perluas penggunaan AI

Pemerintah Korea Selatan saat ini memang tengah mempercepat penerapan AI di berbagai sektor industri.

Jika sebelumnya transformasi AI lebih banyak diterapkan pada industri semikonduktor, otomotif, dan perkapalan, sejak tahun lalu teknologi tersebut mulai diperluas ke sektor yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk makanan dan jasa.

Hingga saat ini, Korea Selatan telah memiliki 102 pabrik berbasis AI, dengan sekitar 100 fasilitas tambahan yang ditargetkan beroperasi dalam tahun ini.

Kuliner tradisional bertemu teknologi masa depan

Meski proses produksinya akan semakin modern, roti soboro tetap menjadi bagian penting dari identitas kuliner Daejeon.

Antrean panjang di depan gerai Sungsimdang masih menjadi pemandangan umum, terutama saat musim liburan.

Banyak wisatawan yang sengaja datang ke Daejeon hanya untuk mencicipi roti soboro langsung dari toko asalnya.

Karena itu, rencana penggunaan AI dalam produksi roti ini menarik perhatian publik. Di satu sisi, teknologi dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas produk.

Namun di sisi lain, perubahan tersebut menandai babak baru dalam dunia kuliner, ketika makanan ikonik yang selama ini dibuat oleh tangan manusia mulai diproduksi dengan bantuan mesin cerdas.

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, roti soboro Sungsimdang dapat menjadi salah satu contoh paling menarik tentang bagaimana tradisi kuliner dan teknologi AI bertemu dalam satu dapur produksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang