Korea Selatan Soroti Keamanan Bali, Minta Warganya Hati-hati Pilih Destinasi

turis Korea Selatan, Korea Selatan Soroti Keamanan Bali, Minta Warganya Hati-hati Pilih Destinasi

 Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia mengimbau warganya lebih berhati-hati saat mengunjungi Bali.

Peringatan bepergian ke Bali tersebut dikeluarkan Kedubes Korea Selatan pada Rabu (1/4/2026), lalu diperbarui pada Jumat (3/4/2026).

"Mengingat meningkatnya kejahatan kekerasan yang menargetkan warga asing, seperti pembunuhan, penyerangan seksual, dan pelecehan seksual, di destinasi wisata populer di Bali akhir-akhir ini, kami meminta warga negara Korea yang berkunjung ke Bali untuk lebih berhati-hati terkait keselamatan pribadi mereka," demikian bunyi imbauan tersebut, dikutip pada Selasa (7/4/2026).

turis Korea Selatan, Korea Selatan Soroti Keamanan Bali, Minta Warganya Hati-hati Pilih Destinasi

Atap Terminal 2 Bandara Incheon, Korea Selatan menggunakan panel surya untuk mengurangi konsumsi energi.

Dalam imbauan sebelumnya, Kedubes Korea Selatan bahkan merinci tindak kejahatan di Bali terhadap turis asing yang menjadi peringatan bagi wisatawan asal Korea Selatan.

Di antaranya adalah adanya kejahatan serius meliputi penculikan, pemotongan anggota tubuh, hingga pelecehan seksual terhadap turis asing.

Pemerintah Korea Selatan juga menyoroti tingginya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) di Bali, tetapi tidak diiringi peningkatan pengawasan keamanan yang sebanding.

Tanggapan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bali

turis Korea Selatan, Korea Selatan Soroti Keamanan Bali, Minta Warganya Hati-hati Pilih Destinasi

Ilustrasi Pura Ulun Danu Beratan di Kabupaten Tabanan, Bali. Pura ini adalah salah satu daya tarik pariwisata di Pulau Dewata.

Kadispar Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya menanggapi peringatan bepergian ke Bali yang disampaikan oleh Kedubes Korea Selatan.

Wayan menuturkan, turis Korea Selatan termasuk penyumbang wisman terbesar di Bali pada sepanjang tahun. 

Selain Australia dan China, turis asal Korea Selatan juga masuk lima besar penyumbang wisman di Bali.

Namun demikian, Wayan tetap menghormati keputusan pemerintah Korea Selatan terkait imbauan berhati-hati ke Bali bagi warga negaranya.

"Bila ada beberapa info atau masalah keamanan, wajar jika mereka menghimbau warganya, sebagai antisipasi agar warga negaranya selalu berhati hati sebagai tanggung jawab perwakilan sebuah negara terhadap warga negaranya," ungkap Wayan ketika dihubungi Kompas.com pada Selasa (7/4/2026).

Kadispar tengah berkoordinasi dengan pihak keamanan. Sejauh ini, lanjut dia, kasus kekerasan yang terjadi sudah dalam penanganan pihak berwenang.

sama aparat terkait akan selalu menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berada di Bali, serta berupaya melakukan upaya preventif," sambung dia.

Selagi menunggu situasi wisata di Bali kembali kondusif bagi turis Korea Selatan, Dinas Pariwisata Bali berupaya menarik minat turis asal Australia, Asia, dan kawasan lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang