Ada Mogok Kerja 18 September 2025, Cek Ulang Jadwal Liburan

demo di perancis, dampak demo di perancis, efek pariwisata  akibat demo di perancis, penerbangan akibat demo di perancis, Ada Mogok Kerja 18 September 2025, Cek Ulang Jadwal Liburan

Bagi kamu yang berencana melancong ke Perancis pekan depan, sebaiknya pantau situasi terkini di Eropa demi menghindari dampak demonstrasi di Perancis.

Sebab transportasi di Perancis menjadi sektor paling terdampak dalam gelombang demonstrasi di Perancis.

Serikat pekerja pengendali lalu lintas udara terbesar di Perancis (SNCTA) bakal melakukan mogok kerja selama 24 jam pada Kamis (18/9/2025) hingga Jumat (19/9/2025).

Dilansir dari Euronews, sebelumnya, serikat pekerja pengendali lalu lintas udara ini tak mengikuti mogok kerja pada Juli 2025 lalu, sehingga memicu kekhawatiran besar akan gangguan perjalanan udara lebih besar kali ini. 

Mewakili sekitar 60 persen pengendali lalu lintas udara Perancis, serikat pekerja SNCTA ini mengonfirmasi keikutsertaannya pada mogok kerja pekan depan.

Pemogokan itu terjadi setelah apa yang SNCTA gambarkan sebagai terputusnya dialog dengan Otoritas Penerbangan Sipil Perancis (DGAC).

"Selama beberapa tahun terakhir, tata kelola kendali lalu lintas udara telah diwarnai oleh ketidakpercayaan, praktik-praktik yang menghukum, dan metode manajemen yang merendahkan. Jelas bahwa dialog yang sia-sia ini kini menghalangi prospek kemajuan dan reformasi," ungkap pernyataan dari serikat pekerja tersebut, seperti dikutip Euronews, Minggu (14/9/2025).

Selain lalu lintas udara, transportasi lokal, seperti jaringan kereta antarkota Sud-Rail juga turut menghentikan operasional sementara.

Jaringan kereta ini melakukan 'mogok besar-besaran' yang mengakibatkan ribuan pembatalan kereta SNCF di seluruh negeri. 

Perwakilan aplikasi seluler yang dijalankan oleh operator transportasi umum Paris, Bonjour RATP, mengatakan ada gangguan besar pada beberapa jalur komuter dengan layanan metro di beberapa area pusat terganggu oleh bentrokan antara polisi dan demonstran.

Meski serikat pekerja di negara tersebut tidak ikut serta di balik kampanye awal, dukungan para pekerja ini memberikan dampak besar.

Serikat pekerja CGT yang berpengaruh baru-baru ini mendukung aksi tersebut, meningkatkan kemungkinan gangguan pada kereta api , feri, pasokan bahan bakar, dan layanan lainnya.

Eurostar, layanan kereta cepat yang menghubungkan London dengan Paris, Brussel, dan Amsterdam, menyatakan keretanya akan beroperasi seperti biasa selama mogok besar-besaran.

Namun, dengan layanan kereta domestik Prancis yang terganggu parah, dampak lanjutan tetap mungkin terjadi.

Para wisatawan kemungkinan sulit mencari opsi transportasi selama demonstrasi berlangsung.

Pekan lalu, ratusan wisatawan dan penumpang lokal terdampar di Stasiun Paris Gare du Nord dan lokasi lainnya karena gangguan perjalanan pada hari Rabu (10/9/2025).

Ribuan penumpang terdampak

Dalam demonstrasi sebelumnya pada 3-4 Juli 2025, maskapai penerbangan berbiaya rendah Ryanair mengklaim gangguan penerbangan akibat demonstrasi menghasilkan kerugian lebih dari 100 juta Euro atau sekitar Rp 1,9 triliun.

Ryanair telah membatalkan 170 penerbangan selama aksi mogok besar-besaran berlangsung dengan total lebih dari 30.000 penumpang terdampak.

Pembatalan ini berdampak pada penerbangan ke dan dari Perancis, serta penerbangan yang melintasi wilayah udara Prancis dalam perjalanan ke tujuan-tujuan seperti Inggris, Yunani, Spanyol, dan Irlandia.

Tuntut kenaikan gaji

Dilansir dari berita Euronews lain, serikat pekerja transportasi di Perancis menuntut kenaikan gaji dan reformasi manajemen.

SNCTA, misalnya. Serikat pekerja pengendali lalu lintas udara ini menuntut penyesuaian upah terhadap inflasi dan perubahan mendasar dalam manajemen operasional di Otoritas Penerbangan Sipil Perancis.

SNCTA juga menegaskan bahwa pemogokan ini merupakan upaya terakhir mereka sebagai pekerja.

“Dalam berbagai kesempatan, SNCTA telah mendukung dialog sosial dan mengajukan proposal-proposal konkret,” demikian pernyataan serikat pekerja tersebut.

Bahkan jika serikat pekerja lain tidak bergabung, aksi ini dapat memengaruhi ribuan penerbangan.

Penumpang diimbau untuk memeriksa jadwal secara berkala, menghubungi maskapai sebelum bepergian, dan menyediakan waktu tambahan untuk koneksi, mengingat penundaan dan pembatalan yang panjang diperkirakan akan terjadi di seluruh Eropa.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.